Penyerang asal Prancis itu membuka keunggulan The Reds hanya 46 detik setelah kick-off, sebuah torehan yang mengingatkan publik pada catatan lama pemain yang gagal bersinar di Anfield.
Dengan Alexander Isak mengalami cedera ringan, Ekitike dipercaya menjadi ujung tombak serangan Liverpool. Ia didukung Dominik Szoboszlai, Florian Wirtz, dan Alexis Mac Allister di lini depan.
Mohamed Salah memang masuk skuad pertandingan, namun kembali memulai laga dari bangku cadangan untuk keempat kalinya secara beruntun, keputusan Arne Slot yang langsung berbuah hasil.
Gol tercipta dari kesalahan Brighton. Winger Yankuba Minteh berusaha membuang bola di dekat bendera sudut, tetapi sapuannya justru melambung dan jatuh ke arah bek kanan Liverpool Joe Gomez.
Tanpa ragu, Gomez menyundul bola ke ruang kosong yang disambut Ekitike dengan tendangan voli akurat dari jarak sekitar 12 meter, menghujam atap gawang.
Samai Rekor Naby Keita, Gol Tercepat Sejak 2019
Gol cepat Ekitike itu menjadikannya pencetak gol tercepat Premier League musim ini, sekaligus gol tercepat Liverpool di liga sejak era pra-pandemi.
Terakhir kali The Reds mencetak gol di menit pertama terjadi pada April 2019, ketika Naby Keita, yang kemudian dicap gagal, mencetak gol tercepat Liverpool di Premier League hanya dalam 15 detik melawan Huddersfield Town.
Kala itu, gol Keita membuka jalan kemenangan telak 5-0 bagi Liverpool, meski karier sang gelandang kemudian meredup sebelum hijrah ke Ferencváros di Hungaria. Berbeda dengan Keita, Ekitike, rekrutan mahal lainnya, justru memulai petualangannya di Anfield dengan lebih meyakinkan.
Gol ke gawang Brighton menjadi gol kesembilan Ekitike di semua kompetisi musim ini, serta gol ketiganya dalam dua laga Premier League setelah mencetak brace saat menghadapi Leeds United.
Pertanda Buruk untuk Liverpool?
Meski gol cepat biasanya menjadi sinyal dominasi, sejarah pertemuan Liverpool vs Brighton menyimpan catatan unik. Dalam empat pertemuan terakhir Premier League antara kedua tim, tim yang mencetak gol pertama justru gagal memenangkan pertandingan.
Musim lalu, Brighton unggul lebih dulu di Anfield namun kalah 1-2. Sebaliknya, Liverpool memimpin lebih dahulu di Amex Stadium sebelum Brighton bangkit dan menang 3-2.
Pada musim 2023-2024, kedua tim saling menang 2-1 di kandang masing-masing meski sempat kebobolan lebih dulu. Satu pengecualian datang di Piala Liga (EFL Cup), saat Liverpool menang 3-2 di kandang Brighton setelah mencetak gol pembuka.
Apakah gol kilat Ekitike kali ini akan mematahkan tren tersebut, atau justru menjadi pertanda lain dalam rivalitas tak terduga Liverpool dan Brighton? Anfield menunggu jawabannya. (*)
Editor : Niklaas Andries