Salah, yang untuk ketiga kali beruntun memulai laga dari bangku cadangan, menuding klub telah “mengkhianatinya”. Ia bahkan mengisyaratkan hubungannya dengan pelatih Arne Slot telah retak setelah tidak dimainkan sama sekali di Elland Road.
Dampak dari kegaduhan tersebut cukup besar. Salah kemudian dicoret dari skuad Liga Champions yang akan menghadapi Inter Milan, finalis musim 2024–2025, di San Siro. Slot akhirnya memberikan klarifikasi pada Senin, namun kontroversi belum mereda.
Di sisi lain, Carragher mengecam keras perilaku Salah dan menyebutnya sebagai “disgrace” atau memalukan, di tengah situasi internal Liverpool yang semakin panas.
Carragher vs Salah: “Semua Sudah Diatur untuk Merusak Klub”
Carragher meyakini wawancara Salah di area mixed zone sudah direncanakan dengan matang untuk memberikan tekanan kepada klub.
“Menurut saya itu memalukan apa yang dia lakukan setelah pertandingan,” ujar Carragher.
Ia melanjutkan bahwa Salah hampir tidak pernah berbicara kepada media di mixed zone, hanya empat kali dalam delapan tahun, dan jika ia melakukannya, biasanya sudah diatur dengan agennya untuk “menimbulkan kerusakan maksimal”.
“Dia menunggu hasil buruk dan memilih momen itu untuk menyerang manajer, mungkin mencoba membuatnya dipecat.”
Eks bek Liverpool itu juga menyoroti pernyataan Salah yang merasa “dikorbankan”.
“Dia sudah dua kali mencoba melempar klub ke bawah bus dalam 12 bulan terakhir,” tegas Carragher.
Carragher juga menyinggung insiden tahun 2024 ketika Salah sempat menyindir klub terkait kontraknya. Meski akhirnya ia menandatangani perpanjangan dua tahun hingga 2027, masa depannya kini kembali diragukan.
Carragher: Salah Juga ‘Melempar’ Rekan Setimnya Sendiri
Carragher kemudian menyerang balik narasi Salah soal “dikorbankan”, dengan menyebut sang penyerang telah meninggalkan beknya dalam situasi sulit selama bertahun-tahun.
“Dia sudah delapan tahun membuat bek kanan Liverpool kelabakan. Bayangkan bermain di belakang dia delapan tahun. Tapi kami maklumi karena dia superstar, mencetak 250 gol, dan memberi saya malam-malam terbaik sebagai suporter.”
Komentar ini merujuk pada tanggung jawab pertahanan Salah yang kerap dipertanyakan selama kariernya di Anfield.
Bagaimana Masa Depan Salah? Carragher Dukung Slot, tapi Ingin Salah Bertahan
Meski keras mengkritik, Carragher tetap berharap Salah masih bisa membela Liverpool.
“Apakah dia akan bermain lagi untuk Liverpool, saya tidak tahu. Saya berharap demikian, karena dia salah satu pemain terbaik yang pernah kami punya. Tapi jika terus seperti ini, siapa yang tahu?”
Carragher sebelumnya juga mengkritik Salah usai Liverpool kalah 4-1 dari PSV Eindhoven, serta meminta sang bintang lebih vokal ketika performa klub menurun.
Riwayat gesekan keduanya memang cukup panjang. Tahun lalu Salah sempat “menyerang” Carragher lewat X karena merasa terus menjadi target kritik.
Kini, dengan hubungan yang diyakini retak antara Salah dan Slot, masa depan megabintang Mesir itu di Liverpool kembali jadi sorotan utama. (*)
Editor : Niklaas Andries