Kemenangan tersebut hanya menjadi sedikit pelepas napas bagi sang pelatih, mengingat performa Liverpool musim ini jauh dari ekspektasi.
The Reds menutup pekan dengan berada di peringkat kedelapan klasemen sementara, hanya mengumpulkan 21 poin dari 13 pertandingan. Posisi ini sangat jauh dari gambaran sang juara bertahan Premier League musim lalu.
Slot mendapat sorotan tajam dari penggemar dan pakar sepak bola karena dinilai gagal mengeluarkan potensi terbaik pemain seperti Florian Wirtz dan Alexander Isak, meski keduanya tampil lebih baik pekan ini.
Dengan Liverpool kalah dalam enam dari delapan laga terakhir di liga dan tumbang dalam sembilan dari 13 pertandingan di semua kompetisi, rumor soal pemecatan sang pelatih semakin menguat.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah nama pelatih seperti Unai Emery, Oliver Glasner, dan Andoni Iraola mulai dikaitkan dengan Liverpool. Berikut analisis lengkap mengenai kemungkinan pengganti Slot.
Andoni Iraola & Oliver Glasner: Opsi Berani untuk Liverpool?
Iraola dan Glasner dianggap sebagai dua pelatih yang mampu menghasilkan performa terbaik dari tim dengan sumber daya terbatas. Namun akhir pekan lalu, baik Bournemouth maupun Crystal Palace sama-sama menelan kekalahan.
Glasner berhasil membawa Palace meraih gelar Piala FA 2024–2025 dan menjadi salah satu favorit juara Liga Konferensi musim ini.
Di Premier League, Palace hanya kalah tiga kali, lebih sedikit dibandingkan tim mana pun kecuali Arsenal. Mereka juga mencatatkan rekor pertahanan terbaik kedua dengan hanya kebobolan 11 gol.
Meski demikian, David Lynch, pakar Liverpool, menyoroti masalah utama Glasner,
“Saya tidak yakin formasi tiga bek Glasner cocok untuk tim yang ingin mendominasi penguasaan bola seperti Liverpool. Palace justru tampil buruk ketika mereka menguasai bola terlalu banyak.”
Menurut Lynch, gaya Glasner yang mengandalkan serangan balik membuatnya cocok menjadi underdog, namun belum tentu mampu menangani tekanan di klub besar seperti Liverpool.
Sementara itu, Bournemouth racikan Iraola bermain agresif dengan pressing tinggi sekaligus serangan langsung yang eksplosif. Meski sedang mengalami empat laga tanpa kemenangan, The Cherries tetap mengesankan mengingat ditinggal sejumlah pemain kunci seperti Kepa Arrizabalaga, Dean Huijsen, Milos Kerkez, dan Illia Zabarnyi.
Lynch memuji Iraola sebagai pelatih yang lebih ofensif dan dinamis daripada Glasner,
“Mereka sangat seru untuk ditonton. Namun Bournemouth lebih efektif ketika memiliki sedikit penguasaan bola dan itu bertolak belakang dengan identitas Liverpool.”
Unai Emery: Solusi Instan atau Langkah Keliru?
Nama Unai Emery sempat mengejutkan ketika dikaitkan dengan Liverpool. Namun rekam jejaknya bersama Aston Villa memang impresif. Emery berhasil membawa Villa:
1. dari posisi ke-16 menjadi peringkat ke-7,
2. lolos ke Liga Champions musim 2023–2024,
3. dan finish di posisi ke-6 musim lalu.
Emery juga dikenal sebagai spesialis kompetisi Eropa dengan empat gelar Liga Europa serta sejumlah trofi ketika menangani Paris Saint-Germain.
Namun Lynch ragu apakah Emery mampu membawa Liverpool meraih gelar Premier League atau Liga Champions:
“Emery pelatih yang luar biasa, tetapi ia lebih cocok di klub level menengah yang mengandalkan permainan defensif dan serangan balik. Itu bukan gaya yang sesuai untuk tim dengan dominasi bola sebesar Liverpool.”
Julian Nagelsmann & Cesc Fabregas: Kandidat Luar yang Mulai Masuk Radar
Penunjukan Slot sebelumnya sukses besar dengan gelar Premier League di musim pertamanya. Namun jika performa terus menurun, Liverpool dapat mencari pelatih dari luar Premier League.
Lynch menyebut dua nama yang patut dipertimbangkan:
1. Julian Nagelsmann – Manajer Timnas Jerman
Punya pengalaman melatih Bayern Munich dan RB Leipzig, gaya bermain progresifnya cocok dengan skuad berbakat Liverpool.
2. Cesc Fabregas – Pelatih Como
Baca Juga: Proyek KPBU Tol Ngawi–Bojonegoro–Babat: Investasi Rp 26,55 T, Panjang 106,41 KM dan Skema DBFOMT
Meski masih anyar, Fabregas dipuji atas gaya bermain menyerang nan modern di Como, yang disebut-sebut bisa diterjemahkan dengan lebih baik di klub besar.
“Nama-nama seperti Nagelsmann atau Fabregas bisa jadi pilihan jika Slot gagal membalikkan keadaan,” ujar Lynch.
Slot Berada di Ujung Tanduk
Baca Juga: Kenalan Lagi Yuk dengan Serabi Notosuman yang Selalu Jadi Rebutan
Arne Slot kini menghadapi periode musim dingin yang sangat menentukan. Laga melawan Sunderland pada Rabu mendatang bisa menjadi titik balik, atau justru awal dari akhir masa jabatannya di Anfield.
Liverpool memerlukan konsistensi, dan jika Slot gagal memenuhinya, daftar calon pengganti sudah menumpuk dan siap mengisi kursinya kapan saja. (*)
Editor : Niklaas Andries