Tim asuhan Mikel Arteta tampil impresif dan mencatat kemenangan kelima beruntun di Liga Champions, sekaligus memperlebar jarak tiga poin di puncak klasemen fase liga Eropa.
Gol-gol Arsenal dicetak Jurriën Timber, Noni Madueke, dan Gabriel Martinelli, sementara Bayern hanya mampu membalas lewat pemain muda Lennart Karl.
Bayern datang ke London dengan modal percaya diri tinggi setelah meraih kemenangan tandang atas juara bertahan Eropa, Paris Saint-Germain, awal bulan ini. Namun performa solid itu tidak berlanjut di Emirates.
Meski rekor tak terkalahkan berakhir, Kane menegaskan Bayern tidak akan goyah.
“Ini kekalahan pertama kami musim ini dan kami tidak perlu panik,” ujar Kane.
“Tetapi kami pasti akan belajar dari ini. Mereka menang dalam perebutan bola pertama dan kedua. Kami tahu bola mati mereka berbahaya, tapi saya yakin kami akan bertemu lagi dengan Arsenal di fase berikutnya Liga Champions.”
Kane juga menilai Arsenal menang karena mampu menjaga intensitas permainan lebih baik, terutama di babak kedua.
“Pertandingannya sulit, seperti yang kami perkirakan. Babak pertama berlangsung cukup seimbang. Di babak kedua kami kehilangan energi dan intensitas, serta kalah terlalu banyak dalam duel.”
Di kubu Arsenal, pelatih Mikel Arteta menyebut kemenangan ini diraih atas “tim terbaik di Eropa”, sebuah pujian tinggi bagi Bayern.
Namun pelatih Bayern, Vincent Kompany, menanggapi dingin pernyataan tersebut dan menegaskan bahwa pengakuan sebagai tim terbaik belum relevan di awal musim.
“Kami sudah membicarakan ini tiga minggu lalu saat melawan PSG,” kata Kompany. “Saat itu pun mereka bilang hal yang sama. Tapi tidak ada dari kami yang ingin menjadi tim terbaik di bulan November. Kami ingin membangun musim ini agar berada di puncak pada momen yang benar-benar penting.”
Bayern kini harus kembali fokus untuk memastikan kekalahan ini tidak berkembang menjadi tren negatif, sementara Arsenal semakin menunjukkan bahwa mereka mampu menjadi kandidat serius perebut gelar Liga Champions musim ini. (*)
Editor : Niklaas Andries