Meskipun pelatih asal Belanda itu tidak sepenuhnya bisa disalahkan atas rangkaian kesalahan individual pemainnya, Slot terlihat kesulitan menghentikan penurunan performa yang kini mengancam peluang Liverpool di kancah domestik maupun Eropa.
Catatan sejarah bahkan harus dibuka kembali, karena untuk pertama kalinya sejak September 1992, Liverpool kebobolan tiga gol atau lebih dalam tiga pertandingan beruntun di semua kompetisi.
Kesalahan Tragis: Dari Van Dijk Hingga Konate
Baca Juga: PUDAM Banyuwangi Tanggung BPJamsostek 250 Pekerja Informal, Perlindungan Sosial Diperluas
Bek Ibrahima Konate kembali melakukan blunder fatal dengan gagal menyapu bola yang berujung pada gol ketiga PSV, kesalahan yang terasa konsisten dengan performanya musim ini. Namun, pelanggaran kapten Virgil van Dijk pada menit ke-6 yang menghadiahkan penalti justru paling mengejutkan.
Saat kepercayaan diri tim sedang rendah, kesalahan kecil saja bisa berubah menjadi bencana. Namun setelah Dominik Szoboszlai menyamakan kedudukan dari bola muntah tembakan Cody Gakpo, tampaknya Liverpool mulai menemukan ritme.
Sayangnya, tanda-tanda buruk sudah terlihat sejak awal ketika Van Dijk melalui 20 menit terburuk dalam kariernya di Liverpool, mulai dari handball yang jelas terlihat hingga tekel terlambat pada Ismael Saibari yang membuatnya menerima kartu kuning.
Van Dijk terlihat kebingungan saat memprotes penalti, padahal tangannya terangkat hampir vertikal ketika bola hasil sepak pojok Joey Veerman mengenainya, seakan sedang melambaikan tangan memanggil taksi.
Liverpool Bangkit Sebentar, Lalu Runtuh Lagi
Gol penyama Szoboszlai sempat memberi harapan, namun itu tak berlangsung lama. Setelah meningkatkan kontrol permainan, Liverpool hampir berbalik unggul melalui sundulan Van Dijk yang membentur mistar gawang dan dua peluang Hugo Ekitike yang memaksa Matej Kovar bekerja keras.
Namun mentalitas rapuh kembali terlihat. Curtis Jones, yang menjadi starter keempat Liverpool di posisi bek kanan musim ini, melakukan chip berbahaya ke tengah kotak penalti sendiri yang hampir saja menghadiahkan gol tambahan untuk PSV.
Krisis semakin menjadi ketika Guus Til menaklukkan Giorgi Mamardashvili, pengganti Alisson Becker yang sedang sakit, setelah Mauro Junior dibiarkan membawa bola sejauh 30 meter tanpa tantangan, usai melewati Mohamed Salah di garis tengah. Respons pemain Liverpool? Hanya menatap langit Anfield tanpa daya.
Pepi Menghukum Liverpool, Konate Kembali Jadi Sorotan
Arne Slot memasukkan rekrutan termahal Inggris, Alexander Isak, pada setengah jam terakhir untuk menambah daya serang. Szoboszlai sempat mendapat peluang emas, begitu pula Gakpo yang menyundul bola melebar dari posisi seharusnya gol.
Namun, konsentrasi buruk Konate kembali menjadi faktor penentu. Ia membiarkan Ricardo Pepi berlari bebas sebelum tembakannya membentur tiang, yang diselesaikan oleh Couhaib Driouech. Pemain yang sama menambah gol telat di masa tambahan waktu.
Untuk kedua kali berturut-turut, Konate yang kontraknya habis musim panas nanti ditarik keluar usai melakukan kesalahan yang berujung fatal.
Masa Depan Arne Slot: Aman atau Goyang?
Posisi Slot memang belum benar-benar berada dalam ancaman langsung. Namun memenangi Premier League di musim debut hanya memberi modal simpati sementara.
Jika hasil tak segera berubah, modal itu akan cepat habis. Beberapa sorakan dari tribune pada akhir pertandingan menandakan kesabaran suporter mulai menipis. (*)
Editor : Niklaas Andries