Spurs berada di Paris hanya beberapa hari setelah dipermalukan 1-4 oleh rival sekota, Arsenal, di Emirates Stadium.
Kekalahan telak tersebut datang tiga pekan setelah performa mengecewakan saat tumbang di kandang sendiri dari Chelsea, memperbesar tekanan eksternal terhadap Frank di musim perdananya. Laga kontra PSG ini juga menandai pertandingan ke-20 Frank bersama Spurs.
Ketika ditanya apakah penting bagi Tottenham mempertahankan rencana jangka panjang setelah enam pelatih berganti dalam enam musim, Frank tersenyum dan menjawab,
“Sangat penting. Salah satu alasan saya mengambil pekerjaan ini adalah menerima tantangan semacam ini. Tentu saya ingin datang dengan modal kemenangan atas Arsenal, tetapi kenyataannya kami kalah dan kalah buruk. Bagian dari pekerjaan ini adalah belajar dari kemunduran dan bangkit kembali.”
Frank menegaskan ia sepenuhnya yakin dengan kapasitasnya.
“Satu hal yang saya yakini 1000 persen: saya tahu bagaimana membangun sebuah tim dan membangun sebuah klub. Dan itu akan kami lakukan.”
Belajar dari Periode Buruk untuk Temukan Formula Tepat
Frank menjelaskan bahwa empat bulan pertama menjadi periode observasi intensif terhadap tim dan tiap pemain.
“Saya belajar banyak tentang tim ini dan para pemain secara individu. Semua pembelajaran itu akan bermuara pada bagaimana kami menemukan formula terbaik dengan pemain yang tepat di lapangan.”
Ia juga menyoroti padatnya jadwal yang membuat Spurs harus bertanding setiap tiga hari.
“Ada pemain yang mulai kembali pulih, dan kami bermain setiap tiga hari. Tantangannya besar, tapi saya menyukainya.”
Analisis Kekalahan Derby: Kalah Duel, Kalah Bola Kedua
Dalam konferensi pers hampir 20 menit di Parc des Princes, Frank mengakui analisis kekalahan di derby London Utara sebagai sesuatu yang “sulit ditonton”.
Ia mengungkap data yang mengguncang ruang ganti, dari 53 situasi duel dan bola kedua, Spurs kalah dalam 36 momen.
Menurut Frank, hal itu merupakan dasar kemenangan dalam sepak bola.
“Jika Anda tidak memenangi duel dan bola kedua, sangat sulit memenangkan pertandingan. Besok kami menghadapi salah satu tim terbaik di Eropa, tetapi kami siap 100 persen dan saya yakin kami akan bangkit dengan performa positif.”
Frank Mencontoh Perjalanan Luis Enrique Pasca Era Mbappe
Frank juga menyinggung perjalanan pelatih PSG, Luis Enrique, yang mampu membawa klub tersebut meraih kejayaan Eropa setahun setelah kehilangan Kylian Mbappe.
“Pada musim pertamanya, Luis Enrique juga menghadapi banyak tantangan. Ia mengubah tim dari dipenuhi bintang besar menjadi kelompok pemain pekerja keras yang bermain untuk tim dan hasilnya salah satu tim terbaik di dunia.”
Johnson Absen, Odobert Siap Lukai Mantan Klubnya
Tottenham harus tampil tanpa Brennan Johnson yang mendapat kartu merah saat menang melawan Copenhagen.
Laga ini juga menjadi momen spesial bagi Wilson Odobert, yang kembali ke Parc des Princes setelah lima tahun menimba ilmu di akademi PSG sebelum hengkang pada 2022 menuju Troyes, lalu Burnley, dan kini Tottenham.
Odobert bahkan mengingat momen ketika ia menjadi pembawa bendera UEFA di stadion ini pada 2019.
“Saya ingat memegang bendera besar UEFA. Kini bisa kembali sebagai pemain adalah hal yang luar biasa,” ujarnya sambil tersenyum.
“Sekarang saya punya tujuan dan ambisi. Saya bukan anak kecil lagi, saya ingin tampil maksimal dan membantu tim.” (*)
Editor : Niklaas Andries