Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

MotoGP dan F1 Kian Dekat? Ini Potensi Balapan Jalan Raya di Masa Depan

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 25 November 2025 | 16:34 WIB
MotoGP membuka peluang balapan di sirkuit jalanan setelah akuisisi Liberty Media.
MotoGP membuka peluang balapan di sirkuit jalanan setelah akuisisi Liberty Media.

RADARBANYUWANGI.ID - Akuisisi Dorna Sports oleh Liberty Media, perusahaan yang juga menjadi pemilik Formula 1, menandai fase baru dalam perkembangan MotoGP.

Transformasi ini memunculkan antisipasi besar mengenai kemungkinan terjadinya sinergi yang lebih erat antara dua kejuaraan balap paling bergengsi di dunia tersebut, termasuk peluang MotoGP mengadopsi elemen balapan kota yang kini semakin identik dengan F1.

Ketertarikan MotoGP Terhadap Format Balapan Kota

CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, mengakui bahwa gagasan untuk menyelenggarakan balapan MotoGP di tengah kota besar bukanlah hal baru.

Wacana ini telah muncul sejak bertahun-tahun lalu, bahkan sebelum kedua kompetisi berada di bawah payung perusahaan yang sama.

Namun, kepemilikan Liberty Media kini membuat diskusi tersebut semakin relevan.

Saat menghadiri Grand Prix Las Vegas, salah satu ajang unggulan F1, Ezpeleta menyatakan kekagumannya terhadap kualitas penyelenggaraan acara tersebut.

Ia menilai Liberty Media memiliki keahlian mendalam dalam menciptakan hiburan yang terintegrasi dengan dunia motorsport.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa MotoGP hanya dapat dipentaskan di sirkuit kota yang memenuhi standar keselamatan ketat, khususnya area run-off yang memadai.

Keselamatan Tetap Menjadi Prioritas Utama

Sejak Dorna mengambil alih pengelolaan MotoGP pada 1992, peningkatan keselamatan menjadi komitmen utama.

Ezpeleta menekankan bahwa prinsip tersebut tidak akan dikompromikan, termasuk jika MotoGP ingin bereksperimen dengan sirkuit non-permanen.

Ia mencontohkan bahwa Sirkuit Mandalika di Indonesia secara teknis dikategorikan sebagai sirkuit jalanan, namun tetap memenuhi kebutuhan area pelarian yang diperlukan bagi motor prototipe berkecepatan tinggi.

Dengan demikian, MotoGP sebenarnya tidak menutup diri dari konsep balapan kota, selama infrastrukturnya mendukung.

Mengikuti Jejak F1, Namun dengan Batasan

Dalam beberapa tahun terakhir, F1 semakin agresif menambah jumlah sirkuit jalanan, mulai dari Singapura, Baku, hingga Las Vegas.

Tren ini memperkuat citra F1 sebagai olahraga yang tidak hanya hadir sebagai kompetisi, tetapi juga sebuah pertunjukan global berkelas festival.

MotoGP memiliki peluang mengikuti strategi serupa.

Beberapa sirkuit kota F1 dinilai memiliki potensi untuk digunakan oleh MotoGP, seperti Albert Park di Melbourne dan Gilles Villeneuve di Montreal, yang menawarkan jalur lebih lebar dan memungkinkan kehadiran run-off.

Namun, trek seperti Baku, Monte-Carlo, atau Las Vegas Strip dinilai terlalu sempit dan berisiko tinggi bagi pembalap motor.

Rumor perpindahan Grand Prix Australia dari Phillip Island ke Albert Park turut memperkuat spekulasi bahwa MotoGP mempertimbangkan opsi balapan di sirkuit kota yang relatif aman.

Belum Ada Rencana Konkret, Tetapi Pintu Tetap Terbuka

Meski peluang tersebut ada, Ezpeleta menegaskan bahwa hingga kini belum ada rencana resmi untuk menggelar MotoGP di sirkuit jalanan.

Fokus Dorna tetap pada penyelenggaraan balapan di trek yang memenuhi standar keamanan tertinggi.

Namun, ia tidak menampik bahwa kepemilikan Liberty Media dapat membawa perubahan bertahap dalam strategi penyelenggaraan MotoGP ke depan.

Ezpeleta mengakui bahwa pengalaman Liberty Media dalam mengemas F1 sebagai tontonan global dapat menjadi modal penting bagi perkembangan MotoGP.

Dengan dukungan perusahaan tersebut, ia optimis MotoGP dapat berkembang menjadi olahraga yang tidak hanya spektakuler secara teknis, tetapi juga semakin memikat dari sisi hiburan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#liberty media #motogp #sirkuit jalanan