Penyerang asal Norwegia itu sejatinya sudah mengoleksi 14 gol Premier League musim ini, namun di luar dirinya, delapan pemain City lainnya baru mencetak satu gol masing-masing, tanpa ada yang mampu mencetak lebih dari itu.
Mantan bek City, Micah Richards, menilai ketergantungan City pada Haaland sudah melewati batas sehat.
“Jika Haaland Mandek, Siapa yang Menyelamatkan City?”
“Haaland mencetak hampir semua gol. Mereka terlalu bergantung padanya,” ujar Richards.
Menurutnya, City sebenarnya memiliki banyak peluang saat melawan Newcastle, tetapi gagal memanfaatkannya.
“Haaland punya peluang, dia melewatkannya. Lalu siapa yang tampil ketika Haaland tidak? Foden tampil bagus, Doku juga, tapi di momen besar mereka tidak bisa mengambil alih,” tegasnya.
Richards juga mempertanyakan skenario City jika Haaland mengalami cedera atau kehilangan ketajaman.
“Apa yang terjadi jika Haaland cedera? Atau tidak dalam performa mencetak gol luar biasa? City membutuhkan pemain lain untuk mengambil peran itu.”
Haaland kini telah mencetak 99 gol di Premier League dan masih memiliki 16 laga tersisa untuk memecahkan rekor Alan Shearer sebagai pemain tercepat yang mencapai 100 gol.
Masalah Lain: Peran Rayan Cherki dan Ketidakseimbangan Taktis
Selain ketergantungan pada Haaland, Richards juga menyoroti aspek lain dari permainan City, terutama penempatan Rayan Cherki di laga melawan Newcastle.
Ia menilai absennya Tijjani Reijnders dan Rodri membuat City kehilangan stabilitas di lini tengah.
“City menciptakan banyak peluang, tapi Newcastle juga demikian,” kata Richards.
Cherki dinilai brilian saat menghadapi Liverpool, namun kesulitan ketika ditempatkan dalam atmosfer berat di St. James’ Park.
“Cherki bukan pemain bertahan. Ia harus berada sejauh mungkin dari area bertahan. Ketika menghadapi tim dengan gelandang yang lebih tangguh, City kehilangan energi dan tekanan di lini tengah.”
Richards menambahkan bahwa perubahan formasi City membuat mereka kehilangan identitas pressing agresif yang biasanya menjadi kekuatan utama mereka.
“Begitu lini tengah ditembus, City bergantung pada pemain bertahan, bahkan beberapa gelandang dipasang sebagai full-back. Ini membuat perlindungan pertahanan berkurang.”
Kekalahan ini menegaskan dua masalah utama City
1. Ketergantungan berlebihan pada Haaland untuk mencetak gol.
2. Ketidakseimbangan taktik dan kehilangan energi di lini tengah, terutama tanpa Rodri atau Reijnders.
Dengan persaingan Premier League yang semakin ketat, Pep Guardiola harus segera menemukan solusi, baik soal variasi penyelesaian akhir maupun struktur permainan di lini tengah, agar City bisa tetap bersaing di papan atas. (*)
Editor : Niklaas Andries