Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ducati Mulai Ragu pada Francesco Bagnaia? Ini Fakta, Tes GP26, dan Potensi Suksesor di MotoGP 2027

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 22 November 2025 | 13:58 WIB
Francesco Bagnaia kesulitan dengan Ducati GP25 di MotoGP 2025.
Francesco Bagnaia kesulitan dengan Ducati GP25 di MotoGP 2025.

RADARBANYUWANGI.ID - Francesco “Pecco” Bagnaia menghadapi musim tersulit dalam kariernya di MotoGP 2025.

Pembalap yang sebelumnya mendominasi dengan gelar juara dunia 2022–2023 dan runner-up 2024 itu gagal menunjukkan performa optimal sepanjang tahun.

Ketidakmampuannya beradaptasi dengan Ducati Desmosedici GP25 membuat Bagnaia lebih sering berkutat di barisan tengah ketimbang bersaing memperebutkan podium.

Masalah adaptasi ini menjadi sorotan besar, terlebih Ducati sebagai tim pabrikan menargetkan konsistensi dan kemenangan.

Musim 2026 pun menjadi tahun krusial yang akan menentukan masa depan Bagnaia di Bologna.

Kesulitan Besar dengan GP25, Penyebab Penurunan Drastis Bagnaia

GP25 banyak menuai kritik dari pembalap Ducati musim ini.

Bahkan Marc Marquez, meski akhirnya menjadi juara dunia 2025, turut mengakui karakter motor yang sulit dipahami.

Namun hanya Marquez yang mampu menutupi kekurangan teknis tersebut dengan pengalaman dan agresivitasnya.

Sementara itu, Bagnaia, dengan gaya balap yang perfeksionis dan sangat mengandalkan stabilitas, justru menjadi korban terbesar.

Statistik berbicara, dari 11 kemenangan pada 2024, Bagnaia hanya mampu meraih dua kemenangan pada musim 2025.

Ia pun terperosok ke peringkat kelima klasemen akhir.

Penurunan performa ini membuat kepercayaan Ducati terhadapnya mulai goyah.

General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, bahkan menyebut bahwa kepercayaan antara kedua pihak perlu dipulihkan pada musim depan.

Pecco Nyaman dengan Ducati GP26

Usai balapan terakhir di Valencia, MotoGP langsung menggelar tes resmi untuk persiapan 2026.

Dalam kesempatan itu, Bagnaia untuk pertama kalinya menjajal Desmosedici GP26.

Hasilnya mengejutkan dan menghadirkan angin segar.

Bagnaia mengaku langsung merasa cocok dengan karakter motor terbaru tersebut.

Menurutnya, GP26 memberikan kemampuan pengereman lebih tajam, stabilitas memasuki tikungan, serta kendali ban belakang yang sebelumnya hilang pada GP25.

Ducati juga melakukan revisi pada paket aerodinamika serta pengaturan elektronik yang membuat Bagnaia lebih percaya diri.

Pernyataan Bagnaia ini menjadi kabar baik yang menenangkan para pendukungnya, mengingat musim 2026 akan sangat menentukan kariernya.

Bulega Lampaui Bagnaia di Tes Valencia, Tanda Bahaya?

Meski Bagnaia menunjukkan progres positif dengan GP26, tes Valencia tetap memberikan alarm keras.

Nicolo Bulega, yang menggantikan Marc Marquez sebagai pembalap penguji Ducati, berhasil mencatatkan waktu lebih cepat dari Bagnaia dalam beberapa sesi.

Bulega finis di peringkat kedelapan, sementara Bagnaia berada di posisi kesepuluh.

Pada sesi sebelumnya, Bulega juga unggul satu posisi dari dua kali juara dunia tersebut.

Performa solid Bulega mempertegas bahwa persaingan internal Ducati semakin ketat dan bahwa posisi Bagnaia tidak lagi seaman dulu.

Nama-Nama yang Berpeluang Gantikan Bagnaia di Ducati Lenovo

Jika Bagnaia gagal bangkit pada MotoGP 2026, ia berpotensi kehilangan tempatnya di tim pabrikan untuk musim 2027.

Sejumlah pembalap muncul sebagai kandidat kuat pengganti:

Alex Marquez (Gresini Ducati)

Menutup musim 2025 sebagai runner-up, Alex menunjukkan kematangan signifikan.

Dengan pengalaman bersama Ducati dan catatan prestasi impresif, ia menjadi opsi realistis untuk tim pabrikan.

Fabio Quartararo (Yamaha)

Juara dunia 2021 ini beberapa kali mengancam hengkang jika Yamaha gagal menyediakan motor kompetitif.

Ducati disebut sebagai tujuan paling ideal bila ia memutuskan pindah.

Fermin Aldeguer (Gresini Ducati)

Rookie of the Year 2025 ini tampil menawan dengan tiga podium termasuk satu kemenangan.

Karena terikat kontrak langsung dengan Ducati, langkahnya menuju tim pabrikan tinggal menunggu waktu.

Marco Bezzecchi (Aprilia)

Finis ketiga musim 2025, Bezzecchi menunjukkan konsistensi luar biasa.

Bila Aprilia gagal mempertahankannya setelah 2026, Ducati bisa menjadi pelabuhan baru.

Pedro Acosta (KTM)

Meski belum mencicipi kemenangan, Acosta mampu finis keempat pada musim sophomore-nya.

Kecewa dengan kecepatan pengembangan KTM, ia disebut-sebut berpotensi pindah ke Ducati, meski ke tim satelit VR46 terlebih dahulu.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#francesco bagnaia #ducati #motogp