Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Manchester City Ancam Dominasi Chelsea, Kemenangan Telak di Derby Picu Ancaman Serius di WSL!

Niklaas Andries • Senin, 17 November 2025 | 16:48 WIB

ANCAMAN: Manchester City Women ancam dominasi Chelsea di Women Super League
ANCAMAN: Manchester City Women ancam dominasi Chelsea di Women Super League
RADARBANYUWANGI.ID - Apakah musim ini akan menjadi titik akhir dominasi Chelsea yang telah enam kali beruntun menjuarai Women’s Super League (WSL)?

Manchester City tampaknya sangat percaya diri untuk mewujudkannya. Kemenangan meyakinkan 3-0 atas Manchester United menjadi bukti kuat bahwa City kini tampil jauh lebih buas, segar, dan penuh energi di bawah pelatih anyar, Andrée Jeglertz.

City sempat begitu dekat dengan gelar musim 2023-24 sebelum kalah selisih gol. Namun musim lalu justru menjadi titik terendah ketika mereka terpuruk di posisi keempat tanpa pelatih tetap.

Krisis itu akhirnya menjadi titik balik. Kini, City bangkit dengan luar biasa dan memimpin klasemen WSL dengan keunggulan empat poin.

Derby Manchester: City Tak Beri Ampun

Baca Juga: Harga Emas 24 Karat Tembus Rp2,1 Juta! Pembeli Panik, Penjual Untung Besar Hari Ini 17 November 2025

Bermain di Etihad Stadium, City tampil garang sejak awal dan memanfaatkan kelemahan di lini belakang United. Tekanan ini sekaligus menjadi tamparan keras bagi Chelsea yang kini berada dalam tekanan nyata dalam persaingan gelar.

Rebecca Knaak, yang baru pulih dari cedera, membuka skor melalui penyelesaian matang usai menerima umpan sundulan cerdas dari Khadija “Bunny” Shaw. Tak butuh waktu lama, Shaw menggandakan keunggulan setelah United sempat menunjukkan sedikit momentum positif.

Dengan dominasi yang tak terbendung, Lauren Hemp, starter pertama sejak cedera pada September, melengkapi pembantaian di babak pertama. Skor 3-0 itu bertahan hingga usai dan praktis mematikan perlawanan United.

United Sudah Tertekan Sejak Sebelum Kick-off

United berada dalam kondisi tertinggal sejak awal. Untuk pertama kalinya mereka harus menjalani jadwal padat Liga Champions Wanita yang membuat laga derby terjepit di antara dua laga berat: kemenangan 2-1 atas PSG dan laga tandang ke Wolfsburg.

Absennya kiper utama Phallon Tullis-Joyce, peraih Golden Glove musim lalu, semakin memperburuk keadaan. Kiper muda Safia Middleton-Patel tampil baik saat melawan PSG, tetapi goyah ketika menghadapi City. Kurangnya kepercayaan lini belakang terhadap sang kiper terlihat jelas dan langsung dimanfaatkan City.

Revolusi Jeglertz: City Tampak seperti Tim Baru

Perubahan City musim ini tampak sangat drastis, seolah mereka adalah tim yang benar-benar berbeda. Disana menyebutkan adanya perubahan besar dalam kultur tim.

Andree Jeglertz, pelatih berpengalaman dengan rekam jejak panjang di sepak bola wanita, membawa filosofi yang jauh berbeda dari pendahulunya. Ia memberi ruang bagi pemain untuk berdiskusi mengenai taktik, berbagi ide, dan bertanggung jawab secara kolektif. Tidak ada lagi pendekatan satu arah.

Kebijakan pintu terbuka dan komunikasi jujur yang ia bangun terbukti ampuh. Bahasa tubuh pemain, dinamika tim, dan hasil pertandingan menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan musim lalu, ketika krisis cedera membuat atmosfer tim tampak suram.

Video yang dibagikan klub menunjukkan bagaimana Jeglertz berbicara dengan penuh motivasi. Saat melawan Everton pekan lalu, ketika skor imbang 1-1 pada jeda, ia meminta pemain “bereaksi cepat”, “merebut bola kembali”, dan “meningkatkan energi”. Hasilnya? City menang 2-1.

Begitu pula saat melawan Liverpool di Anfield. Ia menegaskan pentingnya menjaga standar permainan dan tidak menurunkan intensitas. City pun menang lagi dengan skor 2-1.

Skuad Lebih Dalam, Performa Lebih Stabil

Untuk mengantisipasi krisis cedera seperti musim lalu, City merekrut Jade Rose, Iman Beney, Sydney Lohmann, dan Grace Clinton. Hasilnya terlihat: meski Hemp sempat absen, City tetap tampil konsisten.

City kini menorehkan lebih banyak kemenangan dibanding tim mana pun di WSL musim ini. Satu-satunya kekalahan terjadi pada laga pembuka melawan Chelsea, dan sejak itu performa mereka tak terbendung.

Keuntungan Besar: Tidak Berlaga di Kompetisi Eropa

Tidak seperti Chelsea yang kini harus membagi fokus dengan Liga Champions, City musim ini hanya berkompetisi di WSL.

Chelsea, yang sudah memainkan tiga laga fase grup dari total enam pertandingan, menghadapi jadwal berat dengan potensi dua laga tambahan jika lolos melalui playoff.

Jadwal yang padat ini meningkatkan risiko mereka kehilangan poin dan mengakhiri rekor 32 pertandingan liga tanpa kekalahan.

City memimpin empat poin di atas Chelsea, dan bahkan jika Chelsea menang melawan Liverpool akhir pekan ini, City tetap berada di puncak klasemen.

City di Jalur yang Tepat untuk Akhiri Dominasi Enam Tahun Chelsea

Dengan kemenangan atas Arsenal dan Manchester United, performa stabil, skuad yang kembali bertenaga, dan tidak adanya distraksi kompetisi Eropa, Manchester City kini menjadi penantang paling serius untuk merebut gelar pertama mereka dalam satu dekade.

Jika tren ini berlanjut, sangat mungkin musim ini akan menjadi akhir dari enam tahun dominasi Chelsea di WSL, dan awal dari era baru Manchester City. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#women super league #chelsea #WSL #manchester city