Bermain di Etihad Stadium, Senin (10/11) dini hari, Manchester City tampil dominan dan menutup laga dengan skor meyakinkan berkat gol dari Erling Haaland, Nico, dan Jeremy Doku.
Kemenangan ini tak hanya menandai laga spesial bagi Guardiola, tetapi juga menjadi kemenangan ke-716 sepanjang kariernya, sebuah pencapaian luar biasa bagi pelatih yang dikenal revolusioner ini.
Hasil tersebut membawa City naik ke posisi kedua klasemen Premier League, menggusur Chelsea dan kini hanya tertinggal empat poin dari pemuncak klasemen, Arsenal.
Jalannya Pertandingan
Guardiola menyebut sebelum laga bahwa dirinya akan “merayakan atau tidur” tergantung hasil pertandingan. Namun, setelah peluit akhir berbunyi, tampaknya sang pelatih akan merayakannya dengan segelas anggur, bukan tidur nyenyak.
Manchester City memulai laga dengan tempo tinggi, menekan pertahanan Liverpool sejak menit pertama. Dalam sepuluh menit awal, Jeremy Doku tampil eksplosif dan bahkan berhasil memaksa wasit menunjuk titik putih setelah dijatuhkan Giorgi Mamardashvili.
Namun, Erling Haaland gagal mengeksekusi penalti setelah tendangannya ditepis kiper asal Georgia tersebut. Tak butuh waktu lama bagi sang predator Norwegia untuk menebus kegagalannya. Di menit ke-29, Haaland mencetak gol pembuka lewat sundulan keras hasil umpan sempurna dari Matheus Nunes.
Gol tersebut lahir dari rangkaian umpan yang melibatkan semua pemain outfield City, sebuah contoh sempurna filosofi “tiki-taka modern” ala Guardiola.
Liverpool sempat menyamakan kedudukan melalui sundulan Virgil van Dijk, tetapi gol tersebut dianulir karena Andy Robertson berada dalam posisi offside saat bola masuk ke gawang.
Menjelang akhir babak pertama, City menggandakan keunggulan. Nico melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang membentur Van Dijk dan mengecoh Mamardashvili. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Doku semakin menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Liverpool. Pada menit ke-62, pemain asal Belgia itu mencetak gol indah dengan tendangan melengkung ke pojok gawang, sekaligus menandai penampilan ke-100-nya bersama Manchester City.
Liverpool mencoba memperkecil ketertinggalan melalui peluang dari Dominik Szoboszlai dan Mohamed Salah, namun kedua peluang tersebut digagalkan dengan brilian oleh Gianluigi Donnarumma. Hingga peluit panjang berbunyi, City menjaga keunggulan tiga gol tanpa balas dan menegaskan dominasi mereka atas sang juara bertahan.
Penampilan Gemilang Jeremy Doku: Bintang di Etihad
Meskipun banyak pemain tampil luar biasa, Jeremy Doku layak dinobatkan sebagai Man of the Match. Dalam laga ke-100-nya untuk Manchester City, winger berusia 22 tahun itu tampil luar biasa selama 74 menit di lapangan, dengan kecepatan, kreativitas, dan determinasi tinggi.
Gol yang dicetaknya menjadi penutup sempurna dari performa individu yang memukau, penuh kepercayaan diri dan efektifitas tinggi, mencerminkan evolusinya di bawah asuhan Pep Guardiola.
Kemenangan 3-0 atas Liverpool membuat Manchester City naik ke peringkat kedua klasemen sementara Premier League, melewati Chelsea, dan kini hanya berjarak empat poin dari Arsenal di puncak klasemen.
Selain itu, laga ini juga menjadi simbol pencapaian luar biasa Pep Guardiola, yang kini telah mencatat 1.000 pertandingan dengan 716 kemenangan sepanjang kariernya di Barcelona, Bayern Munich, dan Manchester City.
Guardiola pun tampak emosional usai laga, menyebut kemenangan ini sebagai “malam sempurna” untuk seluruh tim dan pendukung.
Pertandingan Selanjutnya
Setelah jeda internasional November, Manchester City akan melakoni laga tandang ke St. James’ Park melawan Newcastle United pada Sabtu, 22 November mendatang.
City akan berusaha melanjutkan momentum positif ini, sementara Guardiola kini semakin dekat untuk mencatatkan sejarah baru sebagai salah satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola modern. (*)
Editor : Niklaas Andries