Kedua tim meraih kemenangan pada matchday ketiga, namun Bologna masih tertinggal dua poin dari Brann di klasemen sementara fase liga. Musim kedua Bologna di kancah Eropa berjalan semakin solid setelah kekalahan tipis dari Aston Villa di laga pembuka.
Pasukan Vincenzo Italiano bangkit dengan hasil imbang 1–1 melawan Freiburg, lalu meraih kemenangan 2–1 di kandang FCSB lewat gol cepat Jens Odgaard dan Thijs Dallinga.
Kini, mereka bertekad mencetak kemenangan beruntun di Eropa, sesuatu yang terakhir kali mereka lakukan pada musim Piala UEFA 1998–1999.
Peluang itu cukup terbuka, mengingat Bologna tampil konsisten tanpa kekalahan dalam delapan laga terakhir di semua kompetisi, termasuk kemenangan dramatis atas Parma di Derby d’Emilia yang mengangkat mereka ke posisi lima besar Serie A.
Di kandang sendiri, Bologna juga punya catatan kuat di kompetisi Eropa. Dari 32 laga UEFA, mereka hanya dua kali kalah, meski dua kekalahan itu terjadi dalam empat laga kandang terakhir di Liga Europa.
Namun secara keseluruhan, Stadio Dall’Ara tetap menjadi benteng tangguh yang siap menguji siapa pun, termasuk tamu dari Norwegia.
Performa Brann: Kejutan dari Skandinavia
Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Naik, 24 Karat Tembus Rp2,09 Juta per Gram di Rajaemas
Bagi SK Brann, perjalanan di Eropa musim ini merupakan salah satu kisah kejutan terbesar.
Setelah menyingkirkan Hacken di babak ketiga dan AEK Larnaca di playoff kualifikasi, Brann melanjutkan momentum positifnya di fase grup.
Meski sempat kalah 1–2 dari Lille, mereka bangkit dengan kemenangan 1–0 atas Utrecht, lalu tampil garang dengan menumbangkan Rangers 3–0 di Bergen lewat gol Emil Kornvig, Jacob Sorensen, dan Noah Holm.
Jika berhasil menang lagi di Bologna, Brann akan mencatat sejarah baru: tiga kemenangan beruntun di kompetisi Eropa untuk pertama kalinya, sekaligus tiga laga tanpa kebobolan secara berturut-turut.
Meski begitu, performa domestik mereka menurun. Kekalahan beruntun dari Bodo/Glimt dan Bryne membuat Brann tertinggal jauh di peringkat tiga Eliteserien. Namun di laga tandang, mereka tetap berbahaya dengan catatan lebih banyak menang daripada kalah sepanjang musim ini.
Catatan Performa Terakhir
Bologna (Liga Europa): Kalah-Seri-Menang
Bologna (Semua Kompetisi): Seri-Menang-Menang-Seri-Seri-Menang
SK Brann (Liga Europa): Kalah-Menang-Menang
SK Brann (Semua Kompetisi): Kalah-Menang-Menang-Menang-Kalah-Kalah
Kabar Tim
Bologna kehilangan sejumlah pemain penting. Ciro Immobile dan Lorenzo De Silvestri absen, dengan nama terakhir tidak masuk daftar skuad UEFA.
Selain itu, gelandang Remo Freuler baru saja menjalani operasi tulang selangka dan akan menepi beberapa pekan.
Kabar baiknya, pelatih Vincenzo Italiano yang sempat dirawat akibat pneumonia, berpeluang kembali ke pinggir lapangan.
Striker muda Santiago Castro, yang mencetak dua gol ke gawang Parma, berpotensi diistirahatkan, dengan Thijs Dallinga siap menggantikannya sebagai ujung tombak.
Sementara dari kubu tamu, Noah Holm dipastikan memimpin lini depan Brann. Mereka kehilangan Saevar Atli Magnusson (cedera lutut) dan gelandang Felix Horn Myhre yang juga absen karena cedera.
Perkiraan Susunan Pemain
Bologna (4-2-3-1):
Skorupski; Zortea, Heggem, Vitik, Lykogiannis; Ferguson, Moro; Orsolini, Fabbian, Dominguez; Dallinga
SK Brann (4-3-3):
Dyngeland; De Roeve, Knudsen, Helland, Dragsnes; Kornvig, Sorensen, Gudmundsson; Mathisen, Holm, Haaland
Prediksi Skor: Bologna 1–0 SK Brann
Secara statistik dan performa terkini, Bologna berada dalam kondisi lebih baik dibanding Brann. Konsistensi di kandang dan kedalaman skuad yang lebih matang membuat Rossoblu diprediksi mampu mengamankan tiga poin tipis, sekaligus menyalip Brann di klasemen sementara Liga Europa. (*)
Editor : Niklaas Andries