Dalam beberapa pekan terakhir, performa Setan Merah memang menunjukkan peningkatan signifikan. Mereka berhasil mengumpulkan 10 poin dari empat pertandingan terakhir di Premier League, dan kini hanya terpaut dua poin dari Manchester City yang berada di peringkat kedua.
Meski demikian, Ronaldo menilai rekan senegaranya itu masih menghadapi tantangan besar di Old Trafford. Menurutnya, Amorim bekerja keras, tetapi keterbatasan skuad membuat perubahan drastis mustahil terjadi dalam waktu singkat.
“Mukjizat Itu Hanya di Fatima,” sindir Ronaldo
Dalam wawancara eksklusif di acara Piers Morgan Uncensored, Ronaldo menyampaikan pandangan jujurnya tentang situasi di Manchester United.
“Dia sudah melakukan yang terbaik. Tapi apa yang bisa kamu lakukan? Mukjizat? Mukjizat itu tidak ada. Di Portugal, kami bilang mukjizat hanya terjadi di Fatima,” ujar Ronaldo dengan nada serius.
“Manchester United punya pemain bagus, tapi sebagian dari mereka tidak memiliki mentalitas yang benar untuk memahami apa arti klub sebesar Manchester United.”
Ronaldo juga mengungkapkan rasa kecewanya melihat kondisi klub yang dulu membesarkan namanya.
“Saya sedih. Klub ini adalah salah satu yang paling penting di dunia dan masih saya simpan di hati. Tapi mereka perlu dipimpin oleh orang-orang yang cerdas, yang bisa membangun fondasi kuat untuk masa depan,” lanjutnya.
CR7 juga menyinggung masa kejayaan United yang dibangun lewat generasi emas seperti Nicky Butt, Gary Neville, Roy Keane, dan David Beckham.
“Dulu, mereka menjadi pemain hebat karena punya semangat muda dan struktur yang kuat. Sekarang, Manchester United tidak memiliki struktur seperti itu. Saya harap hal ini segera berubah, karena potensi klub ini luar biasa,” tegasnya.
Perjalanan Ronaldo dan Tantangan United ke Depan
Selama dua periode membela Manchester United, Cristiano Ronaldo mencatatkan 145 gol dan 72 assist dari 346 pertandingan, serta memenangkan sembilan trofi utama, termasuk Liga Champions dan Premier League.
Kini, bintang berusia 39 tahun itu memperkuat Al-Nassr di Arab Saudi. Sejak bergabung, ia sudah mengoleksi 102 gol dan 21 assist dari 115 laga, meski gelar Liga Pro Saudi masih belum diraih.
Saat ini, Al-Nassr memimpin klasemen dengan rekor sempurna dalam tujuh pertandingan pertama musim ini.
Sementara itu, Manchester United menghadapi jadwal padat dan krusial di Premier League, dengan laga melawan Tottenham Hotspur, Everton, Crystal Palace, West Ham United, dan Wolverhampton Wanderers dalam beberapa pekan ke depan.
Rangkaian pertandingan tersebut bisa menjadi penentu nasib mereka dalam perburuan tiket Liga Champions musim depan. (*)
Editor : Niklaas Andries