Hasil ini membuat The Reds menyamai rekor kemenangan tanpa kebobolan terbanyak atas Los Blancos di ajang Liga Champions. Pertandingan berlangsung sengit sejak awal. Kedua tim sama-sama menciptakan peluang berbahaya, namun momen paling kontroversial terjadi di babak pertama dan merugikan Liverpool.
Pada menit ke-33, Liverpool sempat mendapat hadiah tendangan bebas setelah tembakan Dominik Szoboszlai mengenai tangan Aurelien Tchouameni tepat di garis kotak penalti.
Setelah meninjau tayangan ulang melalui VAR, wasit Istvan Kovacs memutuskan untuk menganulir pelanggaran tersebut dan bahkan mencabut keputusan handball. Pendukung tuan rumah yang sempat berharap mendapat penalti pun dibuat kecewa.
Keadilan seolah berpihak kepada Liverpool pada menit ke-61. Dari skema bola mati hasil tendangan bebas Szoboszlai, Mac Allister lepas dari kawalan pemain Madrid dan menanduk bola dengan sempurna ke pojok atas gawang, melewati jangkauan Thibaut Courtois.
VAR sempat meninjau kemungkinan offside, tetapi tayangan menunjukkan Mac Allister sejajar dengan Jude Bellingham, dan gol pun disahkan.
Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta malam itu, sekaligus membawa Anfield bergemuruh. Mac Allister, yang sempat kesulitan di awal musim, kini tampil sebagai pahlawan dan simbol kebangkitan tim.
Pertahanan racikan Arne Slot tampil solid dan berhasil mematikan pergerakan trio maut Real Madrid, Kylian Mbappe, Jude Bellingham, dan Vinicius Junior.
Bek muda Conor Bradley tampil luar biasa dengan menahan Vinicius hampir sepanjang laga, sementara Trent Alexander-Arnold yang masuk di akhir pertandingan justru mendapat sorakan dari suporter tamu.
Kekalahan ini menjadi yang kedua bagi Real Madrid dalam 15 pertandingan terakhir. Sementara itu, Liverpool mencatat dua kemenangan beruntun pertama mereka sejak 23 September, sekaligus memperlihatkan bahwa mereka benar-benar telah bangkit.
Statistik Bicara: Dominasi Liverpool
Liverpool tampil lebih efektif dan tajam. Data menunjukkan The Reds menciptakan 2,58 Expected Goals (xG), jauh di atas 0,45 xG milik Madrid. Tim tamu bahkan hanya mampu melepaskan dua tembakan tepat sasaran sepanjang laga.
Meskipun Courtois tampil heroik dengan delapan penyelamatan gemilang, performa luar biasa kiper Belgia itu tak cukup untuk menolong timnya dari kekalahan.
Statistik Pertandingan:
Penguasaan bola: Liverpool 39% – 61% Real Madrid
Tembakan: Liverpool 17 – 8 Real Madrid
Tembakan tepat sasaran: Liverpool 9 – 2 Real Madrid
Sepak pojok: Liverpool 4 – 2 Real Madrid
Pelanggaran: Liverpool 16 – 11 Real Madrid
Man of the Match: Thibaut Courtois
Baca Juga: Hari Kedua Tes Kompetensi Akademik di Banyuwangi, Siswa Kerjakan Mapel Pilihan Sesuai Minat
Meski kalah, kiper Real Madrid Thibaut Courtois layak mendapat predikat Pemain Terbaik Pertandingan. Ia mencatat 8 penyelamatan, 10 pemulihan bola, 3 sapuan, dan 2 intersep sukses, mengulangi performa gemilangnya seperti di final Liga Champions 2021–2022.
Pertandingan Selanjutnya
Liverpool akan menjamu PSV Eindhoven di Anfield pada 26 November mendatang saat fase grup Liga Champions kembali bergulir.
Sementara itu, Real Madrid akan bertandang ke markas Olympiacos di hari yang sama.
Sebelum itu, kedua tim akan kembali fokus ke kompetisi domestik.
The Reds akan menghadapi Manchester City di Etihad Stadium akhir pekan ini, sedangkan Los Blancos melawat ke markas Rayo Vallecano. (*)
Editor : Niklaas Andries