Dalam tiga laga pembuka, Ajax menjadi tim dengan kebobolan terbanyak (11 gol) sekaligus pencetak gol paling sedikit 1 gol, sebuah catatan statistik yang menegaskan betapa buruknya performa mereka di kancah kontinental.
Kini, mereka harus menghadapi lawan berbahaya yang sedang menanjak performanya Galatasaray, yang datang dengan misi mencatat kemenangan ketiga beruntun setelah menumbangkan Liverpool dan Bodo/Glimt.
Krisis Performa Ajax di Eropa
Hasil imbang 1–1 melawan Heerenveen akhir pekan lalu menambah daftar hasil mengecewakan Ajax, yang kini hanya memenangkan satu dari enam laga terakhir di semua kompetisi. Padahal, awal musim di bawah Heitinga sempat menjanjikan.
Dalam enam laga terakhir Eredivisie, mereka hanya menang dua kali, dan di pentas Eropa kondisinya jauh lebih buruk. Ajax menelan tiga kekalahan beruntun, termasuk dipermalukan oleh Marseille 0–4, Chelsea 1–5, dan Inter Milan 0–2.
Catatan itu membuat mereka terdampar di posisi juru kunci dari 36 peserta fase liga Liga Champions, situasi genting menjelang duel melawan Galatasaray yang tengah dalam rentetan delapan laga tak terkalahkan di semua kompetisi.
Kebangkitan Galatasaray di Bawah Okan Buruk
Baca Juga: Direksi Baru, Semangat Baru! drg. Vinandita Resmi Pimpin RSU Bhakti Husada Krikilan Banyuwangi
Sejak dibantai Eintracht Frankfurt 1–5 pada laga pembuka, Okan Buruk berhasil membangkitkan Galatasaray menjadi kekuatan menakutkan. Tim berjuluk The Yellow-Reds itu kini mengincar kemenangan ketiga beruntun di Liga Champions untuk menembus posisi delapan besar.
Striker bintang Victor Osimhen menjadi motor kebangkitan mereka. Penyerang asal Nigeria itu telah mencetak tiga gol di Eropa musim ini, termasuk dua gol saat menundukkan Bodo/Glimt 3–1.
Dengan catatan sembilan gol dalam tujuh laga Eropa terakhir, Osimhen kini menjadi ancaman terbesar bagi pertahanan Ajax yang sedang rapuh.
Meski gagal mencetak gol dalam hasil imbang 0–0 kontra Trabzonspor di Liga Turki akhir pekan lalu, Osimhen tetap menjadi tumpuan utama Galatasaray. Bersama Yunus Akgun yang juga rajin mencetak gol di kompetisi Eropa, keduanya siap membawa klub asal Istanbul itu membalas kekalahan 1–2 dari Ajax pada Januari lalu.
Kemenangan di Amsterdam akan menempatkan Galatasaray di posisi aman delapan besar, meninggalkan para pesaing seperti Tottenham, PSV, dan Atalanta yang juga mengincar poin penuh di matchday keempat ini.
Performa Terakhir Kedua Tim
Ajax – Liga Champions: Kalah – Kalah – Kalah
Ajax – Semua Kompetisi: Kalah – Seri – Kalah – Kalah – Menang – Seri
Galatasaray – Liga Champions: Kalah – Menang – Menang
Galatasaray – Semua Kompetisi: Menang – Seri – Menang – Menang – Menang – Seri
Kabar Tim
Ajax dipastikan tanpa Kenneth Taylor, yang menerima kartu merah cepat saat melawan Chelsea di Stamford Bridge. Selain itu, tiga pemain kunci juga absen karena cedera, yaitu Steven Berghuis (pangkal paha), Kasper Dolberg (perut), dan Branco van den Boomen (punggung).
Pemain muda Mika Godts, yang tampil impresif di Eredivisie dengan kontribusi tiga gol dan satu assist dalam dua laga terakhir, akan menjadi harapan utama di lini depan.
Dari kubu Galatasaray, Davinson Sanchez siap kembali memperkuat pertahanan setelah menjalani skorsing domestik, sementara Ilkay Gundogan masih absen karena cedera betis.
Penyerang utama Victor Osimhen tetap menjadi ancaman utama meski belum mencetak gol akhir pekan lalu. Yunus Akgun, yang telah menjebol gawang Frankfurt dan Bodo/Glimt, berpotensi menjadi pembeda di laga ini.
Perkiraan Susunan Pemain
Ajax (4-2-3-1):
Pasveer; Rosa, Itakura, Sutalo, Baas; Fitz-Jim, McConnell; Moro, Gloukh, Godts; Weghorst
Galatasaray (4-4-1-1):
Cakir; Sallai, Sanchez, Bardakci, Jakobs; Sane, Torreira, Lemina, Yilmaz; Akgun; Osimhen
Prediksi Skor: Ajax 1–1 Galatasaray
Secara performa, Galatasaray lebih diunggulkan, terutama karena Ajax menelan enam kekalahan beruntun di kompetisi Eropa. Namun, catatan kandang Ajax melawan tim asal Turki cukup impresif dengan tujuh kemenangan dan satu hasil imbang di Amsterdam.
Dengan dukungan publik Johan Cruyff Arena, anak asuh Johnny Heitinga diprediksi mampu menghindari kekalahan dan menahan imbang sang tamu dari Istanbul. (*)
Editor : Niklaas Andries