Kedua tim datang dengan luka segar setelah mengalami kekalahan di kompetisi domestik, dan kini berambisi untuk menebusnya di panggung Eropa.
Meski sempat kalah secara terhormat dari Barcelona pada laga perdana, Newcastle menunjukkan kebangkitan impresif di dua pertandingan terakhir Liga Champions.
Pasukan Eddie Howe mencatat enam poin, mencetak tujuh gol, dan tidak kebobolan dalam dua kemenangan beruntun atas Union Saint-Gilloise 4–0 dan Benfica 3–0.
Dengan torehan tersebut, The Magpies kini bersaing ketat di zona aman menuju babak 16 besar berkat selisih gol yang lebih baik dibandingkan tim-tim lain di grup.
Catatan kandang Newcastle juga sangat mengesankan. Sejak awal 2000-an, mereka hanya kalah empat kali dari 33 laga kandang di kompetisi Eropa, dengan 22 kemenangan di antaranya diraih di depan publik St James’ Park.
Musim ini pun mereka sedang dalam tren empat kemenangan beruntun di kandang sendiri, mencetak sembilan gol dan hanya kebobolan satu.
Namun, performa tandang mereka masih jadi masalah besar. Kekalahan 1–3 dari West Ham di Premier League akhir pekan lalu membuat Howe geram dengan kurangnya “energi” dan “fisik” para pemainnya.
Kekalahan itu menjadi alarm bahwa Newcastle tak boleh kehilangan fokus, terutama menghadapi lawan berpengalaman seperti Athletic Bilbao.
Athletic Bilbao Masih Inkonsisten
Baca Juga: Kisah Dua Putra Menteri Purbaya Yudhi Sadewa: Yudo Sadewa Trader Muda, Yuda Purboyo Wirausahawan UI
Dari sisi tamu, Athletic Bilbao juga sedang berusaha bangkit setelah kekalahan dramatis 2–3 dari rival sekota, Real Sociedad, dalam derby Basque. Dua kali berhasil menyamakan skor, namun mereka akhirnya tumbang oleh gol di menit ke-92 dari Jon Gorrotxategi.
Hasil itu memperpanjang tren negatif Ernesto Valverde, di mana Bilbao hanya menang dua kali dari 11 pertandingan terakhir di semua kompetisi setelah awal musim yang sempat cemerlang.
Salah satu kemenangan penting datang saat menundukkan Qarabag 3–1 di Liga Champions. Hasil tersebut menghidupkan peluang mereka setelah sebelumnya kalah dari Arsenal 0–2 dan Borussia Dortmund 1–4.
Sayangnya, performa tandang Bilbao masih jauh dari harapan. Mereka gagal menang dalam lima laga tandang terakhir (empat kali kalah), dan hanya satu dari sembilan kunjungan ke Inggris yang berakhir dengan kemenangan.
Pertemuan kali ini akan menjadi pertemuan pertama kedua tim dalam lebih dari 30 tahun, sejak duel mereka di Piala UEFA 1994–1995 yang dimenangkan Bilbao lewat aturan gol tandang setelah agregat 3–3.
Kabar Tim
Newcastle United menerima kabar buruk jelang laga ini. Bek kanan andalan Kieran Trippier absen saat melawan West Ham karena sakit, dan masih diragukan tampil.
Sementara Yoane Wissa, Tino Livramento, dan Harrison Ashby dipastikan absen karena cedera. Kabar baiknya, Lewis Hall sudah kembali ke skuad setelah pulih dari cedera paha, meski belum tampil.
Anthony Gordon, yang ditarik keluar di babak pertama akhir pekan lalu karena cedera pinggul, kemungkinan besar akan digantikan oleh Harvey Barnes di lini depan.
Dari kubu Athletic Bilbao, pelatih Ernesto Valverde kehilangan penyerang andalan Inaki Williams yang cedera otot paha dan diperkirakan absen hingga awal 2026.
Selain itu, Maroan Sannadi, Benat Prados, Unai Egiluz, dan Inigo Lekue juga menepi, sedangkan Yeray Alvarez masih menjalani hukuman skorsing doping hingga Februari.
Kabar baiknya, adik Inaki, Nico Williams, siap tampil sejak awal dan diprediksi menggantikan Alex Berenguer untuk menopang lini serang bersama Oihan Sancet dan Gorka Guruzeta.
Perkiraan Susunan Pemain
Newcastle United (4-3-3):
Pope; Trippier, Schar, Thiaw, Burn; Miley, Guimaraes, Joelinton; Elanga, Woltemade, Barnes
Athletic Bilbao (4-2-3-1):
Simon; Gorosabel, Paredes, Laporte, Berchiche; Rego, Jauregizar; N. Williams, Sancet, Navarro; Guruzeta
Prediksi Skor: Newcastle United 2–1 Athletic Bilbao
Meski tampil buruk di laga tandang terakhir, Newcastle selalu berbeda ketika bermain di St James’ Park. Dengan dukungan penuh publik Tyneside, pasukan Eddie Howe diprediksi mampu menundukkan Bilbao yang tampil tidak konsisten dan kehilangan sejumlah pemain kunci. (*)
Editor : Niklaas Andries