Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Red Bull Tak Terburu-buru Mengejar Gelar Juara F1, Laurent Mekies: Klasemen Hanyalah Konsekuensi

Lugas Rumpakaadi • Senin, 3 November 2025 | 22:55 WIB
Red Bull bangkit di F1 2025 di bawah Laurent Mekies.
Red Bull bangkit di F1 2025 di bawah Laurent Mekies.

RADARBANYUWANGI.ID - Setelah menghadapi awal musim yang berat, tim Red Bull akhirnya menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di paruh akhir Formula 1 (F1) 2025.

Pergantian kepemimpinan dari Christian Horner kepada Laurent Mekies pada Juli lalu menjadi titik balik penting bagi tim yang bermarkas di Milton Keynes tersebut.

Di bawah arahan Mekies, Red Bull melakukan perbaikan signifikan, terutama dalam sistem kerja internal dan pembaruan desain lantai mobil.

Hasil dari perubahan ini mulai terlihat jelas.

Red Bull kini kembali bersaing di papan atas klasemen konstruktor dan membuka peluang besar untuk menutup musim dengan hasil yang membanggakan.

Dengan empat balapan tersisa, Red Bull saat ini menempati posisi keempat di klasemen konstruktor, hanya terpaut 10 poin dari Ferrari yang berada di peringkat kedua.

Sementara itu, Max Verstappen juga menunjukkan kebangkitan luar biasa dengan memangkas jarak dari pemimpin klasemen Lando Norris menjadi 36 poin.

Padahal, lima seri sebelumnya Verstappen sempat tertinggal hingga 104 poin.

Kinerja konsisten dalam beberapa balapan terakhir membuktikan bahwa Red Bull telah menemukan kembali arah dan ritme terbaiknya.

Meski demikian, Mekies menegaskan bahwa timnya tidak akan terjebak pada perhitungan angka di klasemen.

“Kami tidak akan mengubah pendekatan kami,” ujar Mekies setelah Verstappen finis di posisi ketiga pada Grand Prix Meksiko.

Menurutnya, Red Bull lebih memilih untuk terus meningkatkan performa mobil di setiap seri ketimbang tergesa-gesa mengejar posisi klasemen.

Pendekatan ini mencerminkan filosofi kerja Mekies yang menekankan konsistensi dan analisis mendalam.

Ia juga menyoroti bahwa performa di Meksiko masih belum sempurna.

Tim perlu melakukan evaluasi menyeluruh untuk menghadapi Grand Prix Brasil dan balapan selanjutnya.

“Yang kami pikirkan adalah bagaimana kami bisa tampil lebih baik pada balapan berikutnya,” tambahnya.

Bagi Laurent Mekies, perjuangan menuju gelar juara dunia maupun posisi kedua konstruktor bukanlah tujuan utama, melainkan hasil alami dari kerja keras seluruh tim.

“Klasemen hanyalah konsekuensi. Entah kami dekat atau jauh dari puncak, tujuan kami tetap sama, memaksimalkan potensi mobil dan memastikan kami kompetitif untuk meraih kemenangan,” tegasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#laurent mekies #formula 1 #red bull #f1