Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Carlos Sainz dan Fernando Alonso Kritik Siaran F1, Begini Tanggapan Resmi F1

Lugas Rumpakaadi • Senin, 3 November 2025 | 20:55 WIB
F1 menjelaskan alasan di balik pemilihan siaran dan sorotan radio.
F1 menjelaskan alasan di balik pemilihan siaran dan sorotan radio.

RADARBANYUWANGI.ID - Pada gelaran F1 Grand Prix Singapura, pembalap Fernando Alonso mengungkapkan kekesalannya terhadap tim setelah mengalami pit stop yang lambat.

Juara dunia dua kali asal Spanyol itu turun dari posisi kedelapan ke peringkat lima belas dan terdengar frustrasi lewat radio tim.

Saat insinyur Andrew Vizard mengingatkannya bahwa masih ada 34 lap tersisa, Alonso menjawab dengan nada kesal, “Jika Anda mulai berbicara kepada saya di setiap lap, saya akan mencabut radio.”

Kemarahan Alonso tak berhenti di situ.

Ia juga menyoroti perhatian berlebihan terhadap sorotan radio on-board dalam siaran TV resmi Formula 1.

Melalui akun X (Twitter), Alonso menulis, “Dengan pole position telah diamankan untuk siaran radio, kini saatnya menyempurnakan siaran utama dan membawa seluruh keseruan di lintasan kepada para penggemar.”

Kritik serupa juga muncul di Grand Prix Meksiko, ketika Alonso memprotes perilaku beberapa pembalap yang memotong tikungan pertama tanpa mengembalikan posisi.

Ia dengan sinis mengatakan bahwa jika siaran begitu fokus pada komunikasi radio, seharusnya juga menampilkan kejadian di tikungan pertama dan kedua.

Menanggapi kritik tersebut, Dean Locke, Direktur Siaran dan Media Formula 1, memberikan klarifikasi melalui wawancara eksklusif dengan Motorsport.com.

Ia menegaskan bahwa tim siaran di Biggin Hill tidak memiliki kepentingan untuk menonjolkan atau menutupi siapa pun.

“Kami bertanggung jawab untuk menyampaikan cerita secara adil dan akurat, tanpa maksud menyesatkan,” ujar Locke.

“Fernando luar biasa, tetapi kami bukan corong bagi pembalap mana pun.”

Locke menambahkan bahwa tujuan utama tim siaran adalah menghadirkan cerita menarik yang tetap jujur dan menggambarkan keaslian suasana di lintasan.

Ia juga mengingatkan bahwa terkadang komentar pembalap bisa disalahartikan karena tidak semua fakta diketahui saat balapan berlangsung.

Selain Alonso, Carlos Sainz juga melontarkan pendapat serupa setelah balapan di Singapura.

Pembalap Ferrari itu merasa liputan kamera terlalu banyak menampilkan selebritas dan pasangan pembalap, sementara aksi di lintasan, termasuk manuver-menyalipnya, kurang terekspos.

Locke menanggapi kritik tersebut dengan menjelaskan bahwa Formula 1 memiliki tanggung jawab ganda, menampilkan aksi balapan sekaligus menggambarkan atmosfer keseluruhan acara.

“Kami tidak hanya menampilkan mobil di lintasan. Kami juga ingin menunjukkan energi, penggemar, dan karakter unik setiap sirkuit,” jelasnya.

“Namun, inti siaran tetaplah aksi di lintasan.”

Dean Locke juga mengungkap bahwa F1 telah melakukan berbagai inovasi teknis dalam siaran, seperti fitur gambar-dalam-gambar (picture-in-picture) dan tampilan grafik posisi yang lebih dinamis.

Langkah ini bertujuan agar penonton dapat menyaksikan lebih banyak aksi secara bersamaan tanpa kehilangan konteks utama balapan.

Selain itu, F1 kini lebih berhati-hati dalam menampilkan potongan radio agar tidak menimbulkan salah tafsir atau kesan negatif terhadap pembalap.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#formula 1 #fernando alonso #f1 #carlos sainz