Meski sejajar di klasemen, tren performa keduanya berlawanan arah. Fenerbahce baru saja bangkit dari hasil buruk di laga pembuka, sementara Stuttgart datang setelah merasakan kekalahan perdana mereka di kompetisi ini.
Pratinjau Pertandingan
Perjalanan Fenerbahce di Liga Europa musim ini sempat goyah setelah dikalahkan Dinamo Zagreb 1–3 di laga pembuka. Hasil itu sempat menimbulkan tekanan bagi pelatih Domenico Tedesco.
Namun tim berjuluk Si Kuning berhasil bangkit dengan catatan impresif tak terkalahkan dalam empat pertandingan terakhir di semua ajang dengan 3 menang, 1 imbang.
Kemenangan 2–1 atas Nice menjadi titik balik kepercayaan diri Fenerbahce sekaligus memperpanjang rekor positif mereka di kandang. Dalam tiga laga terakhir di Stadion Ulker Sukru Saracoglu, Fenerbahce selalu meraih kemenangan, termasuk kemenangan atas Fatih Karagümrük di Super Lig.
Lebih mengesankan lagi, dalam 25 pertandingan terakhir di kompetisi Eropa, Fenerbahce hanya tiga kali menelan kekalahan dengan 17 menang, 5 imbang.
Namun, satu hal yang masih menjadi momok adalah rekor buruk mereka menghadapi tim asal Jerman dengan hanya satu kemenangan dari 13 pertemuan sebelumnya. Duel kontra Stuttgart akan menjadi kesempatan emas untuk mematahkan kutukan tersebut.
Stuttgart dalam Performa Menanjak
Baca Juga: Kenapa Jember Tak Dilewati Tol Probowangi? Ini Alasan dan Dampaknya
Di sisi lain, Stuttgart tampil solid di kompetisi domestik dengan lima kemenangan dalam enam pertandingan terakhir di semua ajang. Satu-satunya kekalahan datang di Liga Europa saat mereka tumbang 0–2 dari Basel setelah sebelumnya menang 2–1 atas Celta Vigo.
Meski tajam di depan, performa tandang Stuttgart masih fluktuatif dengan dua kemenangan dan dua kekalahan dari empat laga tandang terakhir. Pertahanan mereka juga perlu perhatian, karena hanya mencatat satu clean sheet dalam 12 pertandingan terakhir di kompetisi Eropa.
Stuttgart perlu menjaga konsistensi di lini belakang jika ingin mencuri poin dari atmosfer panas Istanbul.
Statistik dan Catatan Performa
Fenerbahce – Liga Europa: Menang- Kalah
Fenerbahce – Semua Kompetisi: Menang- Imbang- Menang- Menang- Kalah- Imbang
Stuttgart – Liga Europa: Kalah- Menang
Stuttgart – Semua Kompetisi: Menang- Menang- Kalah- Menang- Menang- Menang
Kabar Tim Terbaru
Fenerbahce:
Beberapa pemain kunci masih absen. Striker Kolombia Jhon Duran belum sepenuhnya pulih dari cedera, sementara kiper utama Ederson juga masih menepi. Tarik Cetin kembali dipercaya di bawah mistar.
Gelandang Mert Hakan Yandas dipastikan absen, sedangkan Irfan Kahveci dan Cenk Tosun dikeluarkan dari skuad karena alasan disiplin. Emre Mor, Bartug Elmaz, Levent Mercan, dan Rodrigo Becao juga tidak dapat tampil karena tidak terdaftar di skuad Liga Europa.
Namun kabar baik datang dari Anderson Talisca yang sedang on fire. Penyerang asal Brasil itu mencetak enam gol dan satu asis dalam lima laga terakhir di kompetisi Eropa. Ia akan menjadi ancaman utama bagi Stuttgart.
Stuttgart:
Pelatih Sebastian Hoeneß juga dihadapkan pada masalah cedera. Kiper Florian Hellstern dan Stefan Drljaca masih absen, begitu pula Justin Diehl dan Jamie Leweling. Ermedin Demirovic tidak akan tampil, dan Deniz Undav masih diragukan karena kebugaran.
Gelandang Angelo Stiller menjadi motor permainan utama Stuttgart. Dengan satu gol dan dua asis di laga terakhir Bundesliga serta sepuluh peluang tercipta di Liga Europa, kontribusinya di lini tengah akan menjadi kunci keberhasilan tim tamu.
Perkiraan Susunan Pemain
Fenerbahce (4-2-3-1):
Cetin; Semedo, Oosterwolde, Soyuncu, Mercan; Alvarez, Yuksek; Doregeles, Asensio, Akturkoglu; Talisca
Stuttgart (3-4-2-1):
Nubel; Hendriks, Jaquez, Chabot; Mittelstadt, Andres, Stiller, Assignon; Nartey, Tomas; El Khannouss
Prediksi Skor: Fenerbahce 2–2 Stuttgart
Kedua tim sama-sama memiliki lini serang berbahaya namun pertahanan yang belum stabil. Fenerbahce unggul dalam dukungan suporter dan rekor kandang.
Sementara Stuttgart punya kreativitas lini tengah yang mematikan. Pertandingan ini berpotensi berlangsung terbuka dan penuh gol, dengan hasil imbang sebagai skenario paling masuk akal. (*)
Editor : Niklaas Andries