Pertemuan ini menjadi yang pertama bagi kedua tim di ajang Eropa setelah lebih dari satu dekade dengan PSG datang membawa status juara bertahan dan performa yang nyaris sempurna.
Leverkusen saat ini berada di posisi ke-25 klasemen fase liga setelah menahan imbang PSV Eindhoven 1–1. Sementara itu, PSG melaju tanpa cela dengan dua kemenangan beruntun, termasuk kemenangan dramatis 2–1 atas Barcelona pada laga sebelumnya.
Momentum dan Kondisi Terkini
Leverkusen tampil gigih pada laga pembuka ketika dua kali bangkit untuk menahan imbang FC Copenhagen 2–2. Namun, mereka gagal mempertahankan keunggulan di babak kedua saat menghadapi PSV.
Kini, skuad Kasper Hjulmand berusaha menghindari catatan tanpa kemenangan dalam tiga laga pembuka Liga Champions, situasi yang terakhir kali terjadi pada 2016.
Meski hanya menang sekali dalam enam laga Eropa terakhir, Die Werkself memiliki catatan positif melawan klub asal Prancis: tidak pernah kalah dalam lima pertemuan terakhir di ajang Liga Champions.
Di kompetisi domestik, performa Leverkusen juga meningkat setelah menaklukkan Mainz 4–3 pada akhir pekan lalu. BayArena pun masih menjadi benteng kokoh yakni hanya satu kekalahan dari 17 laga kandang terakhir di Eropa, dan mereka menyapu bersih empat laga kandang fase liga musim lalu tanpa kebobolan.
PSG: Mesin Juara yang Belum Terhentikan
Meskipun kehilangan sejumlah pemain kunci, Les Parisiens tetap menunjukkan mental juara. Dalam duel kontra Barcelona, tim asuhan Luis Enrique bangkit dari ketertinggalan dan memastikan kemenangan lewat gol di menit akhir.
PSG kini tidak terkalahkan dalam 14 laga terakhir Liga Champions, dengan 12 kemenangan dan lima di antaranya beruntun. Jika kembali menang di BayArena, mereka akan menyamai rekor kemenangan beruntun terpanjang klub di kompetisi ini dengan enam kali, yang dicatat pada tahun 1994.
Namun, statistik tandang mereka ke Jerman belum memuaskan. Dari 10 kunjungan terakhir ke negeri Panzer, PSG hanya dua kali menang dan tidak pernah mencatatkan clean sheet.
Meski demikian, ada fakta menarik: mereka memiliki rekor sempurna melawan Leverkusen, termasuk kemenangan 4–0 di BayArena pada 2014 dengan clean sheet terakhir mereka di fase grup di tanah Jerman.
Performa Terkini
Bayer Leverkusen (Liga Champions): Seri- Seri
Bayer Leverkusen (Semua Kompetisi): Seri- Seri- Menang- Seri- Menang- Menang
Paris Saint-Germain (Liga Champions): Menang- Menang-
Paris Saint-Germain (Semua Kompetisi): Menang- Kalah- Menang- Menang- Seri- Seri
Kabar Tim
Leverkusen tengah menghadapi badai cedera. Exequiel Palacios mengalami cedera selangkangan. Nathan Tella dan Jarell Quansah masih absen karena masalah lutut. Axel Tape Kobrissa diragukan tampil akibat cedera hamstring. Patrik Schick hampir pasti absen karena cedera paha.
Martin Terrier tak tersedia setelah mengalami robekan tendon Achilles. Satu-satunya kabar positif datang dari Christian Michel Kofane, yang sedang dalam performa tajam dengan tiga gol beruntun di semua kompetisi termasuk gol tunggal Leverkusen di Liga Champions sejauh ini.
Dari kubu PSG, Ousmane Dembele hampir pulih dari cedera hamstring, namun kemungkinan baru akan bermain akhir pekan nanti. Joao Neves masih menepi karena cedera serupa.
Marquinhos diragukan tampil akibat cedera paha. Fabian Ruiz berpotensi absen karena masalah pinggul yang bisa menunda penampilan ke-50-nya di Liga Champions.
Dalam kemenangan atas Barcelona, Senny Mayulu mencetak gol penyeimbang sebelum Gonçalo Ramos memastikan kemenangan di menit ke-90.
Perkiraan Susunan Pemain
Bayer Leverkusen (3-4-2-1):
Flekken; Andrich, Bade, Belocian; Arthur, Garcia, Fernandez, Grimaldo; Maza, Poku; Kofane
Paris Saint-Germain (4-3-3):
Chevalier; Hakimi, Zabarnyi, Pacho, Mendes; Kang-in, Vitinha, Doue; Kvaratskhelia, Ramos, Barcola
Prediksi Skor: Bayer Leverkusen 1–2 Paris Saint-Germain
Meski Leverkusen dikenal tangguh di kandang, PSG tampak memiliki kedalaman skuad dan mental juara yang lebih unggul. Dengan daya ledak di lini depan dan kemampuan bangkit di laga-laga penting, Les Parisiens diprediksi mampu meraih kemenangan tipis dan memperpanjang tren positif mereka di Eropa. (*)
Editor : Niklaas Andries