Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Liverpool vs Manchester United: Siapa Terbaik di Era Premier League? Pilihan Mengejutkan untuk Kombinasi Starting XI Impian!

Niklaas Andries • Senin, 20 Oktober 2025 | 02:30 WIB
STARTING XI IMPIAN: Laga Liverpool vs Manchester United hadirkan cerita line up impian di era Premier League
STARTING XI IMPIAN: Laga Liverpool vs Manchester United hadirkan cerita line up impian di era Premier League

RADARBANYUWANGI.ID - Rivalitas antara Liverpool dan Manchester United masih menjadi yang paling bergengsi dalam sejarah sepak bola Inggris. Kedua klub raksasa ini tak hanya berdekatan secara geografis, tetapi juga bersaing ketat dalam hal prestasi, menjadikan laga mereka tontonan wajib bagi jutaan penggemar di seluruh dunia setiap musim.

Pendukung Liverpool sering mengandalkan enam trofi Liga Champions sebagai bukti keunggulan mereka, sementara suporter Manchester United lama berbangga dengan dominasi domestik hingga akhirnya The Reds menyamai rekor 20 gelar liga pada musim 2024–2025.

Liverpool berjaya di era 1970–1980-an, sebelum tahta direbut United pada 1990–2000-an di bawah Sir Alex Ferguson. Di era Premier League, dominasi memang berpihak pada United dengan 13 gelar juara, sementara Liverpool baru dua kali. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, justru The Reds yang lebih sering menaklukkan rival abadinya itu.

Kini, menjelang laga akhir pekan ini, jurang kekuatan kedua tim semakin lebar. Liverpool yang dipimpin Arne Slot terus berburu trofi, sedangkan United di bawah Ruben Amorim masih berjuang keluar dari krisis setelah sempat terancam degradasi musim lalu.

Sebelum duel klasik di Anfield pada Minggu malam, redaksi menyusun XI gabungan terbaik Liverpool dan Manchester United sepanjang era Premier League (sejak 1992) pilihan yang dijamin memancing perdebatan di kalangan penggemar.

Kiper: Peter Schmeichel (Manchester United)

Tak ada dominasi tanpa tembok pertahanan kokoh, dan Peter Schmeichel adalah salah satu pondasi kejayaan United di era 1990-an. Dibeli hanya seharga £505.000 pada 1991, kiper asal Denmark ini tampil 292 kali di Premier League dan meraih lima gelar liga.

Schmeichel juga menjadi satu-satunya penjaga gawang yang pernah meraih Pemain Terbaik Premier League serta masuk dalam PFA Team of the Year pertama. Pujian tambahan untuk Alisson Becker, David de Gea, Edwin van der Sar, Pepe Reina.

Bek Kanan: Trent Alexander-Arnold (Liverpool)

Meski kini berseragam Real Madrid (sejak 2025), Trent Alexander-Arnold tetap menjadi ikon modern Liverpool. Dengan 18 gol dan 64 assist dalam 259 laga Premier League, ia bukan hanya sukses tetapi merevolusi peran full-back dengan kemampuan playmaker dari lini belakang.

Meski Gary Neville memiliki delapan gelar liga, kontribusi kreatif Trent menjadikannya pilihan utama. Pujian tambahan untuk Gary Neville, Markus Babbel.

Bek Tengah: Rio Ferdinand (Manchester United) & Virgil van Dijk (Liverpool)

Dua bek tengah terbaik di era Premier League, Rio Ferdinand menjadi pilar kejayaan United antara 2002–2014 dengan 312 penampilan liga dan enam gelar Premier League. Ia juga terpilih enam kali ke PFA Team of the Year serta masuk Premier League Hall of Fame.

Sementara Virgil van Dijk adalah definisi modern dari bek sempurna. Sejak bergabung pada 2018, ia sudah tampil lebih dari 200 kali, meraih Pemain Terbaik Premier League 2018-2019, dan lima kali masuk PFA Team of the Year. Pujian tambahan untuk Nemanja Vidic, Jaap Stam, Jamie Carragher, Sami Hyypiä.

Bek Kiri: Denis Irwin (Manchester United)

Simbol ketenangan dan konsistensi. Dalam 12 musim bersama United, Denis Irwin tampil hampir 300 kali di Premier League, memenangkan tujuh gelar liga, dan dikenal sebagai spesialis bola mati yang mematikan. Pujian tambahan untuk Andrew Robertson, Patrice Evra, John Arne Riise.

Gelandang Tengah: Steven Gerrard (Liverpool) & Roy Keane (Manchester United)

Duet lini tengah impian. Steven Gerrard, kapten legendaris Liverpool, tampil 504 kali dan mencetak 120 gol di Premier League. Ia delapan kali masuk PFA Team of the Year, rekor yang belum terpecahkan serta menyabet gelar PFA Players’ Player of the Year dan FWA Footballer of the Year.

Di sisi lain, Roy Keane adalah jenderal tempur United. Pemimpin sejati yang membawa klub meraih tujuh gelar liga dalam 10 tahun, empat di antaranya sebagai kapten. Keane dikenal karena keberanian dan karismanya yang tak tergantikan. Pujian tambahan untuk Xabi Alonso, Michael Carrick, Jordan Henderson, Fabinho.

Sayap Kanan: Mohamed Salah (Liverpool)

Dalam hal statistik murni di Premier League, Mohamed Salah kini bahkan melampaui Cristiano Ronaldo. Sejak musim debut 2017–2018, Salah memecahkan rekor 32 gol dalam satu musim (format 38 laga) dan terus menjadi top skor Liverpool setiap tahun.

Ia kini berada di posisi keempat daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Premier League, sekaligus salah satu pemain paling produktif dalam hal kontribusi gol dan assist.

Raihan individunya pun mengesankan:
3× PFA Players’ Player of the Year
4× Golden Boot
4× PFA Team of the Year
1× FWA Footballer of the Year

Lebih dari itu, Salah memegang rekor kontribusi gol terbanyak melawan Manchester United dalam sejarah Premier League. Pujian tambahan untuk Cristiano Ronaldo, David Beckham.

Gelandang Serang: Paul Scholes (Manchester United)

Paul Scholes adalah otak permainan United selama hampir dua dekade. Dalam 499 penampilan Premier League, ia mencetak 107 gol dan memenangkan 11 gelar liga. Meski minim penghargaan individu, Scholes tetap dihormati sebagai gelandang paling komplet dan elegan di Inggris.
Pujian tambahan untuk Eric Cantona, Bruno Fernandes, Philippe Coutinho.

Sayap Kiri: Ryan Giggs (Manchester United)

Legenda abadi. Ryan Giggs menghabiskan 24 tahun kariernya di United (1990–2014) dengan 632 laga, 109 gol, dan 162 assist dengan rekor assist terbanyak dalam sejarah Premier League.

Ia adalah satu-satunya pemain yang berpartisipasi dalam semua 13 gelar Premier League United. Pujian tambahan untuk Sadio Mane, Marcus Rashford, Steve McManaman.

Penyerang Tengah: Wayne Rooney (Manchester United)

Tak ada yang memadukan ketajaman, daya juang, dan loyalitas seperti Wayne Rooney. Dengan 208 gol Premier League dengan 183 di antaranya untuk United, ia menjadi top skor sepanjang masa klub dan salah satu dari tiga pemain yang menembus 200 gol liga.

Rooney juga memegang rekor 94 gol tandang, serta mencetak dua digit gol dalam 12 musim beruntun. Pujian tambahan untuk Luis Suarez, Ruud van Nistelrooy, Robbie Fowler, Robin van Persie.

XI Gabungan Liverpool vs Manchester United (Era Premier League)

Schmeichel; Alexander-Arnold, Ferdinand, Van Dijk, Irwin; Gerrard, Keane; Salah, Scholes, Giggs; Rooney (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#cristiano ronaldo #liverpool vs manchester united #premier league #mohamed salah #starting XI impian