Keduanya datang dengan motivasi besar setelah menelan kekalahan sebelum jeda internasional dan kini sama-sama mencari kemenangan pertama untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Setelah tumbang dari Bologna dan Lazio, sempat muncul secercah harapan bagi Genoa untuk mencuri poin dari Napoli. Namun, kenyataan berkata lain, tim asuhan Patrick Vieira kembali takluk untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Bintang muda Jeff Ekhator, yang jadi kejutan dalam starting XI, sempat membawa Grifone unggul di babak pertama lewat penyelesaian cerdas. Sayangnya, dua gol balasan di babak kedua memupuskan asa mereka.
Kekalahan itu membuat Genoa mencatatkan awal musim terburuk sejak 2017, hanya meraih dua poin dari delapan laga dan kini terdampar di posisi kedua terbawah klasemen.
Meski sempat membawa energi baru, Vieira kini menghadapi tekanan besar yakni catatannya bahkan lebih buruk dibanding mantan pelatih Alberto Gilardino, yang dipecat musim lalu pada periode serupa.
Satu-satunya pelipur lara datang dari Coppa Italia, di mana Genoa sukses menyingkirkan Vicenza dan Empoli untuk menantang Atalanta BC di babak 16 besar.
Namun, catatan pertemuan menghadirkan sedikit optimisme: Genoa selalu menang dalam tiga laga terakhir melawan Parma di Serie A, termasuk dua kemenangan tipis 1–0 pada musim lalu.
Kondisi Parma: Konsistensi Masih Jadi PR Besar
Di sisi lain, Parma juga belum menunjukkan stabilitas permainan. Kemenangan tunggal mereka musim ini diraih atas Torino di akhir September, namun selain itu Gialloblu hanya mampu mencetak tiga gol dari enam pertandingan menjadikan mereka salah satu tim dengan produktivitas terendah di Serie A.
Pasukan Carlos Cuesta sempat menikmati tiga laga tanpa kekalahan usai menahan Cremonese dan menyingkirkan Spezia di Coppa Italia. Namun, tren positif itu runtuh setelah kekalahan mengecewakan 0–1 dari Lecce di kandang sendiri sebelum jeda internasional.
Tekanan kini mulai terasa bagi pelatih muda Cuesta, terutama karena Parma belum mencetak satu pun gol tandang musim ini. Jika kembali tumpul di Marassi, situasi mereka bisa semakin berbahaya.
Sebagai langkah antisipasi, Cuesta melakukan eksperimen dengan formasi baru dalam laga uji coba kontra Monza, yang berakhir kemenangan. Ada kemungkinan perubahan susunan pemain kembali diterapkan pada laga melawan Genoa.
Performa Terbaru Kedua Tim
Genoa (Serie A): Seri – Kalah – Seri – Kalah – Kalah – Kalah
Genoa (semua kompetisi): Kalah – Seri – Kalah – Menang – Kalah – Kalah
Parma (Serie A): Kalah – Seri – Kalah – Seri – Menang – Kalah
Parma (semua kompetisi): Seri – Kalah – Seri – Menang – Menang – Kalah
Kabar Tim Terbaru
Genoa:
Patrick Vieira dipastikan tak bisa menurunkan Leo Ostigard (cedera tulang rusuk) dan Nicolae Stanciu (cedera paha). Sementara Junior Messias dan Maxwel Cornet masih diragukan tampil. Dengan performa Lorenzo Colombo yang masih mandul, Jeff Ekhator (18 tahun) kemungkinan besar kembali dipercaya menjadi ujung tombak.
Parma:
Baca Juga: Pilih Warna Nail Art Sesuai Kepribadianmu! Ternyata Ini Arti di Balik Setiap Warna Kuku
Di kubu tamu, Mateo Pellegrino masih menjadi andalan utama di lini depan bersama Patrick Cutrone.Namun, Hernani, Lautaro Valenti, Matija Frigan, dan Jacob Ondrejka absen karena cedera, disusul Emanuele Valeri yang menepi hingga akhir bulan akibat cedera pergelangan kaki. Absennya sejumlah pemain kunci membuat Cuesta mungkin kembali bereksperimen dengan formasi baru.
Perkiraan Susunan Pemain
Genoa (4-2-3-1):
Leali; Norton-Cuffy, Marcandalli, Vasquez, Martin; Frendrup, Masini; Ellertsson, Malinovskyi, Vitinha; Ekhator
Parma (3-5-2):
Suzuki; Delprato, Circati, Ndiaye; Britschgi, Sorensen, Keita, Bernabe, Lovik; Cutrone, Pellegrino
Prediksi Skor: Genoa 1–0 Parma
Dua tim dengan lini serang terlemah di Serie A ini diprediksi akan menyajikan laga ketat dan minim gol di Stadio Luigi Ferraris. Pertandingan kemungkinan besar akan ditentukan oleh satu momen krusial, entah lewat aksi individu atau kesalahan di lini belakang.
Namun, dengan dukungan penuh dari suporter sendiri dan rekor apik atas Parma dalam beberapa musim terakhir, Genoa lebih diunggulkan untuk meraih tiga poin perdana musim ini dengan kemenangan tipis 1–0. (*)
Editor : Niklaas Andries