RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen, menegaskan bahwa masih ada ruang untuk perbaikan menjelang F1 Grand Prix Amerika Serikat pada Minggu mendatang.
Meskipun berhasil menguasai Sprint Race di Sirkuit Circuit of The Americas (COTA), sang juara dunia empat kali menilai ancaman McLaren belum sepenuhnya terukur.
Verstappen menutup Sprint dengan kemenangan meyakinkan, sekaligus memangkas jarak menjadi 55 poin dari pimpinan klasemen sementara Formula 1.
Kemenangan itu turut diwarnai insiden di tikungan pertama yang membuat dua pembalap McLaren, Lando Norris dan Oscar Piastri, harus tersingkir lebih awal.
Dalam wawancara usai balapan, Verstappen mengakui performa mobilnya masih belum sepenuhnya optimal.
“Awalnya bagus, tetapi setelah Safety Car masuk akibat insiden di Tikungan 1, butuh beberapa lap untuk menemukan kecepatan yang stabil,” ujarnya.
“Kami perlu memahami apa yang terjadi dan memperbaikinya untuk balapan utama besok,” imbuhnya.
Meski begitu, Verstappen tetap puas dengan hasil Sprint.
Namun, ia menegaskan bahwa balapan utama akan menjadi ujian sebenarnya.
“Kami belum melihat apa yang bisa dilakukan McLaren di balapan penuh. Mereka bisa sangat cepat, jadi kami harus tampil lebih baik dalam konfigurasi race trim,” tambahnya.
Pembalap Mercedes, George Russell, menjadi salah satu yang paling diuntungkan dari insiden awal.
Berawal dari posisi keenam, ia berhasil melesat ke posisi kedua dan bahkan sempat menantang Verstappen untuk memimpin di Tikungan 12.
“Kesempatan melawan Max jarang datang, jadi saya ambil risiko,” kata Russell.
“Mungkin saya terlalu jauh untuk menyalip, tapi saya senang mencoba. P2 sudah lebih baik dari yang kami perkirakan,” ujarnya.
Russell juga menilai insiden di Tikungan 1 sebagai hasil dari ambisi tinggi seluruh pembalap.
“Semua orang mengerem terlambat. Saya di sisi luar, dan semua orang di dalam juga nekat. Tiga mobil mencoba masuk ke satu tikungan, itu jarang berakhir baik,” ujarnya sambil tersenyum.
Di sisi lain, Carlos Sainz kembali menunjukkan konsistensi setelah finis ketiga di Sprint Austin, melanjutkan performa apiknya sejak podium di Singapura.
“Balapan kali ini solid. Mobil kami cepat dan stabil. Ferrari memang lebih cepat, tapi kami bisa mempertahankan posisi,” tutur Sainz.
Sainz menambahkan bahwa hasil baik ini datang dari keberuntungan yang akhirnya berpihak pada timnya.
“Musim ini kami sering punya kecepatan bagus tapi tidak beruntung. Sekarang semuanya mulai selaras, dan saya senang akhirnya bisa menunjukkan potensi sebenarnya,” jelasnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi