Selain duel dua raksasa Inggris yang sarat gengsi, penunjukan wasit dan VAR untuk laga ini juga menjadi sorotan besar terutama setelah sejumlah kontroversi yang melibatkan kedua ofisial di masa lalu.
Manchester United datang ke Anfield dengan modal positif setelah menang 2–0 atas Sunderland sebelum jeda internasional Oktober.
Kemenangan itu membawa tim asuhan Rúben Amorim naik ke peringkat 10 klasemen sementara Premier League dan menumbuhkan kembali kepercayaan diri di ruang ganti.
Sebaliknya, Liverpool tengah mengalami periode sulit. Kekalahan 1–2 dari Chelsea menambah daftar hasil negatif mereka menjadi tiga kekalahan beruntun, setelah sebelumnya dipermalukan oleh Crystal Palace dan Galatasaray.
Kini, The Reds masih berada di posisi kedua klasemen dengan selisih satu poin dari pemuncak Arsenal, membuat tekanan terhadap pelatih Arne Slot semakin besar jelang laga panas kontra rival abadi mereka.
FA telah menunjuk Michael Oliver sebagai wasit utama laga Liverpool vs Manchester United. Ia akan dibantu Stuart Burt dan Tim Wood di lini samping, sementara Craig Pawson bertugas sebagai ofisial keempat.
Oliver bukan sosok asing bagi kedua klub. Ia sudah memimpin 66 pertandingan Liverpool, menghasilkan catatan 31 kemenangan, 21 imbang, dan 14 kekalahan bagi tim Merseyside tersebut.
Selama periode itu, wasit berusia 40 tahun ini mengeluarkan 105 kartu kuning, 2 kartu merah, serta memberikan 18 penalti untuk Liverpool.
Bagi Manchester United, Oliver juga sering menjadi pengadil lapangan. Ia tercatat memimpin 47 laga Setan Merah, dengan rekor 18 kemenangan, 13 hasil imbang, dan 16 kekalahan. Dari pertandingan tersebut, Oliver telah mengeluarkan 98 kartu kuning, 5 kartu merah, dan memberikan 8 penalti untuk United.
Salah satu momen paling kontroversial terjadi pada Desember 2023, ketika Oliver mengusir Diogo Dalot setelah bek asal Portugal itu memprotes keras keputusan wasit.
Tayangan ulang menunjukkan lemparan ke dalam yang diperdebatkan justru seharusnya menjadi milik United dan insiden itu masih diingat oleh para pendukung hingga kini.
Sementara itu, Darren England ditunjuk sebagai Video Assistant Referee (VAR) untuk pertandingan ini, didampingi oleh James Bell sebagai asisten VAR.
Penunjukan ini langsung menimbulkan perbincangan karena England sebelumnya terlibat dalam salah satu insiden paling kontroversial di Premier League yakni gol Luis Díaz yang dianulir saat Liverpool kalah 1–2 dari Tottenham Hotspur pada September 2023.
Dalam laga tersebut, asisten wasit mengibarkan bendera offside, namun VAR tidak melakukan intervensi.
Setelah laga berakhir, PGMOL (badan wasit profesional Inggris) mengakui adanya kesalahan manusia signifikan, di mana England salah mengira bahwa gol Díaz telah disahkan wasit utama Simon Hooper, sehingga ia menyelesaikan pemeriksaan terlalu cepat. Kesalahan komunikasi itu berujung pada kekalahan kontroversial Liverpool.
Dengan sejarah panjang kontroversi yang melibatkan kedua ofisial ini, laga antara Liverpool vs Manchester United di Anfield dipastikan akan menjadi tontonan yang bukan hanya menarik dari sisi permainan, tetapi juga dari sisi kepemimpinan wasit.
Apakah Michael Oliver dan Darren England mampu menjaga netralitas dan menghindari drama baru? Atau justru tensi tinggi laga ini kembali melahirkan kontroversi baru di panggung Premier League?
Jawabannya akan terungkap di Anfield akhir pekan ini, dalam laga yang tak sekadar soal tiga poin, tetapi juga soal harga diri dua klub terbesar di Inggris. (*)
Editor : Niklaas Andries