RADARBANYUWANGI.ID - Persaingan menuju akhir musim World Superbike (WorldSBK) 2025 semakin memanas setelah pernyataan kontroversial dari Toprak Razgatlioglu.
Pembalap ROKIT BMW Motorrad itu meluapkan kekecewaannya usai hanya finis di posisi kedua pada balapan kedua seri Estoril, Minggu (12/10/2025).
Razgatlioglu, yang tengah menjadi kandidat kuat juara dunia sekaligus calon pembalap Pramac Yamaha di MotoGP, kalah dari Nicolo Bulega (Aruba.it Ducati) di Sirkuit Estoril, Portugal.
Hasil tersebut membuat jarak keduanya di klasemen menjadi 39 poin, dengan tiga balapan tersisa pada seri pamungkas di Jerez, Spanyol, pekan depan.
Kendati peluang Bulega menyalip Razgatlioglu masih kecil, tensi kompetisi meningkat tajam akibat tudingan sang pembalap Turki.
Ia menilai para pembalap Ducati sengaja bekerja sama untuk menghambat lajunya pada lap-lap awal balapan.
Razgatlioglu secara khusus menyindir Andrea Iannone dari tim Pata Go Eleven Ducati.
Ia merasa heran karena Iannone masih berusaha menyalip meski sudah dijatuhi penalti akibat jump start atau start lebih awal.
Dalam wawancara dengan GPone.com, Razgatlioglu menyatakan dengan nada sinis.
“Saya memberi selamat kepada Iannone karena terkena penalti dua kali lap panjang dan tetap melakukan tugasnya dengan baik. Saya pikir semua orang di Ducati bertepuk tangan untuknya,” katanya.
Pernyataan itu sontak mengingatkan publik pada drama klasik MotoGP 2015 antara Valentino Rossi dan Marc Marquez.
Kala itu, Rossi juga menuding Marquez sengaja membantu Jorge Lorenzo dalam perebutan gelar juara dunia, tuduhan yang berujung pada insiden terkenal Sepang Clash.
Namun, Iannone dengan cepat membantah tuduhan tersebut.
Melalui unggahan Instagram Story, ia menegaskan rasa hormatnya kepada Razgatlioglu sekaligus menyangkal adanya niat untuk mengganggu.
“Saya selalu ke trek untuk menang dan memberikan yang terbaik. Saya tidak pernah balapan untuk membantu orang lain atau menghancurkan balapan saya sendiri,” tulisnya.
Iannone menutup komentarnya dengan nada sportif.
“Kita berdua punya tujuan yang sama. Semoga beruntung, sampai jumpa di Jerez,” imbuhnya.
Dengan atmosfer panas jelang seri terakhir di Jerez, rivalitas antara BMW dan Ducati kini menjadi sorotan utama.
Apakah kontroversi ini hanya bumbu persaingan atau tanda retaknya hubungan antar pembalap, semuanya akan terjawab di lintasan terakhir musim ini.
Editor : Lugas Rumpakaadi