Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mengapa Aturan Baru F1 2026 Jadi Ujian Terberat Bagi Tim? Ini Kata Mercedes

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 14 Oktober 2025 | 16:19 WIB
Tantangan pengembangan mobil F1 2026 oleh Mercedes.
Tantangan pengembangan mobil F1 2026 oleh Mercedes.

RADARBANYUWANGI.ID - Perubahan besar sedang menghampiri dunia F1.

Mulai tahun 2026, serangkaian regulasi baru akan diterapkan, dan menurut Andrew Shovlin, Direktur Teknik Lintasan Mercedes, inilah masa paling rumit yang pernah dihadapi tim-tim F1.

Hanya dalam empat bulan, mobil generasi baru akan diuji pertama kali di Barcelona pada akhir Januari.

Namun, di balik layar, para insinyur kini tengah berpacu dengan waktu untuk menyesuaikan sasis, mesin, dan sistem aerodinamika yang sepenuhnya direvisi.

Perubahan Regulasi yang Mengubah Segalanya

Formula 1 2026 memperkenalkan kombinasi mesin hibrida dengan pembagian daya hampir seimbang, 50 persen energi listrik dan 50 persen tenaga pembakaran.

Hal ini membuat seluruh konsep mobil harus dirancang ulang dari nol.

“Mobil berevolusi dari minggu ke minggu,” ungkap Shovlin.

“Kami terus memperbarui simulasi dan target performa, karena hasil virtual selalu berubah seiring berkembangnya desain mobil,” imbuhnya.

Artinya, tim tidak hanya mengembangkan satu mobil, melainkan puluhan versi digital yang terus disesuaikan agar siap menghadapi pengujian nyata.

Tantangannya, menebak bagaimana performa mobil empat bulan ke depan dengan data yang masih terus berubah.

Aerodinamika Aktif dan Sasis Baru

Regulasi baru juga meninggalkan konsep ground effect yang selama ini mendominasi era modern F1.

Sebagai gantinya, aerodinamika aktif akan menjadi fokus utama, sehingga memungkinkan mobil menyesuaikan bentuk sayap dan permukaan bodi untuk efisiensi dan kecepatan optimal.

Tak berhenti di situ, berat mobil akan turun dari 800 kg menjadi 768 kg, meski baterai kini lebih berat.

Ban Pirelli pun dibuat lebih sempit, sementara bahan bakar beralih ke formula yang sepenuhnya berkelanjutan.

Semua ini dilakukan demi efisiensi dan keberlanjutan jangka panjang.

Namun, penyesuaian ini bukan tanpa konsekuensi.

Perubahan besar di berbagai aspek membuat setiap tim menghadapi “target yang terus bergerak,” sebagaimana dijelaskan Shovlin.

Koordinasi antara sasis, aerodinamika, dan unit daya kini menjadi teka-teki teknik yang sangat kompleks.

Simulasi, Data, dan Ketidakpastian

Simulator menjadi senjata utama setiap tim untuk memprediksi performa mobil.

Namun, Shovlin mengingatkan, hasil simulasi tak selalu mencerminkan kenyataan.

“Tidak ada gunanya bekerja dengan model yang tidak akan pernah berjalan di lintasan,” ujarnya.

Kesulitan ini juga dialami tim lain.

Charles Leclerc sempat mengaku tak nyaman saat menjajal Ferrari 2026 di simulator.

Hal itu mungkin bukan karena mobilnya buruk, melainkan karena tahap pengembangan yang masih terlalu dini.

Sementara itu, Pirelli juga menghadapi dilema tersendiri.

Tim-tim F1 memberikan data downforce yang berbeda-beda, sehingga sulit menentukan konstruksi ban yang ideal.

“Mereka menerima beragam saran yang saling bertentangan,” kata Shovlin.

“Karena kami semua bekerja secara terpisah, tidak ada yang tahu pasti apa yang dimiliki tim lain,” ungkapnya.

Apakah Akan Ada Kesenjangan Besar?

Meskipun kekhawatiran muncul bahwa beberapa tim mungkin tertinggal jauh, Shovlin meyakini perbedaannya tidak akan sebesar yang dibayangkan.

Menurutnya, regulasi baru memang ketat, tetapi masih memberi ruang inovasi yang cukup besar, mirip dengan aturan saat ini yang ternyata memunculkan banyak pendekatan berbeda di antara tim.

“Jika semua mobil dicat dengan warna yang sama, Anda mungkin masih bisa menebak mana yang mana,” ujarnya sambil tersenyum.

Awal Era Baru Formula 1

Musim 2026 menjanjikan era baru bagi Formula 1, lebih hijau, lebih canggih, namun juga jauh lebih kompleks.

Ketika semua mobil akhirnya meluncur di tes pra-musim Bahrain, dunia akan melihat hasil dari bertahun-tahun kerja keras dan spekulasi teknik yang intens.

“Beberapa tim akan tampil lebih baik dari yang lain, tapi itulah keindahan kompetisi sejati,” pungkas Shovlin.

Ajang F1 sedang bersiap untuk babak baru yang penuh kejutan, dan hanya waktu yang akan menjawab siapa yang mampu beradaptasi paling cepat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#andrew shovlin #formula 1 #mercedes #f1