Shearer Kritik Arne Slot: Frimpong Hanya Jadi Pajangan Mewah di Liverpool
Legenda sepak bola Inggris Alan Shearer menyoroti keputusan pelatih Liverpool, Arne Slot, yang dinilai belum memberikan kepercayaan penuh kepada rekrutan barunya, Jeremie Frimpong. Padahal, bek kanan berusia 23 tahun itu dibeli dengan harga fantastis, mencapai £29,5 juta atau sekitar Rp580 miliar.
Menurut Shearer, sikap Slot yang ragu memainkan Frimpong membuat keseimbangan permainan The Reds berantakan.
“Slot belum mempercayai Frimpong di posisi bek kanan,” ujar Shearer.
“Ia juga tidak mempercayai Conor Bradley, sehingga menempatkan Szoboszlai di posisi itu. Gomez duduk di bangku cadangan, tapi Gravenberch justru dimainkan sebagai bek tengah. Tak heran kalau keseimbangan tim kacau. Ini bukan hanya soal Mo Salah, tapi juga masalah di kedua sisi lapangan.”
Liverpool Tersandung Meski Sudah Belanja Hampir Rp10 Triliun
Dalam dua pekan terakhir, Liverpool mengalami masa sulit, menelan tiga kekalahan beruntun di semua kompetisi. Padahal, mereka hanya tertinggal satu poin dari pemuncak klasemen Arsenal.
Ekspektasi publik memang tinggi setelah klub asal Merseyside itu menghabiskan hampir Rp9,8 triliun (sekitar £500 juta) di bursa transfer musim panas lalu.
Namun, pemain-pemain anyar seperti Florian Wirtz, Alexander Isak, Milos Kerkez, dan Frimpong belum tampil sesuai harapan.
Statistik Frimpong Mengecewakan
Sejauh ini, Frimpong baru sekali tampil sebagai starter di Premier League, yaitu pada laga pembuka melawan Bournemouth yang dimenangkan Liverpool 4–2.
Setelah absen karena cedera hamstring, ia hanya menghiasi bangku cadangan dalam beberapa pertandingan terakhir.
Kondisi ini membuat Shearer menilai Slot perlu segera mengambil langkah tegas untuk mengembalikan kestabilan tim.
“Arne Slot pelatih hebat, tapi saat ini waktunya bagi klub lain untuk memanfaatkan situasi Liverpool,” ujar Shearer.
“Arsenal sempat tertinggal lima poin, sekarang malah unggul satu. Segalanya bisa berubah cepat, dan Liverpool pasti akan membaik — begitu juga Salah.”
Dari “Raja Gol Telat” Jadi Korban
Baca Juga: Calo Jabatan Kepala Sekolah Marak DIlakukan Pensiunan Kasek, Berani Mengaku Orang Gubernur!
Musim ini, Liverpool justru mengalami nasib yang ironis. Tim yang dulu dikenal sebagai spesialis gol menit akhir, kini malah sering kebobolan di penghujung laga.
Dalam dua pertandingan terakhir, mereka dipaksa menelan kekalahan menyakitkan:
1. Eddie Nketiah mencetak gol di menit ke-97 untuk kemenangan Crystal Palace di Selhurst Park.
2. Estevao Willian jadi pahlawan Chelsea dengan gol menit ke-95 di Stamford Bridge.
Kelemahan Liverpool dalam menghadapi serangan balik membuat mereka rawan kehilangan poin, sementara Arsenal memanfaatkan situasi dengan baik untuk naik ke puncak klasemen setelah mengalahkan Newcastle dan West Ham.
Shearer: Arsenal Tak Boleh Gagal Lagi
Shearer pun menegaskan, musim ini harus menjadi tahunnya Arsenal untuk meraih gelar Premier League.
“Arsenal sudah tiga musim finis di posisi kedua. Dengan uang sebanyak itu, posisi runner-up tidak cukup,” tegasnya.
“Mereka sudah membuktikan kekuatan mental dan kedalaman skuad. Lihat saja, ketika Odegaard digantikan, kini ada Martin Zubimendi — itu bukti perbedaan besar dibanding musim lalu.”
Shearer menutup dengan pujian untuk Mikel Arteta, yang dinilai berhasil membangun tim kuat dengan kedalaman skuad yang kini seimbang antara lini utama dan cadangan.
Liverpool memang masih dalam masa adaptasi bersama Arne Slot, namun keputusannya yang jarang memainkan Jeremie Frimpong mulai dipertanyakan.
Jika situasi ini tak segera berubah, The Reds bisa makin tertinggal dalam perburuan gelar — sementara Arsenal tampak siap mengakhiri puasa trofi Premier League mereka. (*)
Editor : Niklaas Andries