RADARBANYUWANGI.ID - Keberhasilan Marc Marquez meraih gelar juara dunia ketujuh di MotoGP 2025 menarik perhatian dari berbagai kalangan, termasuk pembalap F1, Carlos Sainz.
Dalam sebuah wawancara di podcast El Partidazo COPE di Spanyol, Sainz menjuluki Marquez sebagai “Ayrton Senna-nya MotoGP”, sebuah penghormatan besar yang mencerminkan tingkat kehebatan dan determinasi sang pembalap asal Spanyol itu.
Awal Karier yang Luar Biasa
Marquez memulai debutnya di MotoGP pada tahun 2013 bersama tim pabrikan Honda.
Dalam musim perdananya, ia langsung mencatat sejarah dengan meraih gelar juara dunia, prestasi yang belum pernah dicapai oleh pembalap rookie sebelumnya.
Dalam enam musim berikutnya, Marquez berhasil menambah lima gelar lagi, menjadikannya salah satu pembalap paling dominan di era modern MotoGP.
Cedera dan Operasi Berulang
Namun perjalanan kariernya tidak selalu mulus.
Pada awal musim 2020, Marquez mengalami kecelakaan hebat yang menyebabkan patah tulang lengan kanan.
Cedera tersebut memaksanya absen sepanjang musim dan menjalani tiga operasi besar di tahun yang sama.
Bahkan, operasi keempat dilakukan pada 2022 setelah ditemukan bahwa tulang humerusnya berputar lebih dari 30 derajat dari posisi semula.
Cedera ini sempat menimbulkan spekulasi bahwa kariernya akan berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.
Kebangkitan Bersama Ducati
Mesin Honda yang semakin tertinggal dari para rival membuat Marquez mempertimbangkan untuk pensiun pada 2023.
Namun, keputusan berani diambilnya pada 2024 ketika ia bergabung dengan Gresini Ducati.
Langkah itu terbukti tepat, Marquez berhasil meraih tiga kemenangan di musim pertamanya bersama tim satelit Ducati.
Tahun 2025 menjadi titik balik besar.
Dengan promosi ke tim pabrikan Ducati, Marquez kembali menunjukkan dominasinya.
Ia memenangkan 11 seri Grand Prix dan memastikan gelar juara dunia ketujuhnya, enam tahun setelah terakhir kali meraih gelar dunia.
Sejajar dengan Rossi
Kini, Marquez menyamai pencapaian Valentino Rossi di kelas premier dengan tujuh gelar juara dunia.
Banyak pengamat menilai ia semakin dekat untuk menyandang predikat “terhebat sepanjang masa” dalam sejarah MotoGP.
Carlos Sainz pun menilai, seperti halnya Ayrton Senna dalam dunia Formula 1, Marquez adalah sosok yang akan dikenang karena bakat, karisma, dan semangat kompetitifnya.
“Saya sudah mengucapkan selamat kepadanya. Ia pantas mendapat semua ini atas kebangkitan luar biasa dalam kariernya. Marquez adalah Ayrton Senna-nya MotoGP,” ujar Sainz, dikutip Crash.
Menurut Sainz, nilai sejati Marquez mungkin baru akan benar-benar disadari dunia setelah ia pensiun.
Editor : Lugas Rumpakaadi