RADARBANYUWANGI.ID - Kick Sauber harus pulang tanpa poin dari F1 Grand Prix Singapura 2025 setelah kedua pembalapnya, Nico Hulkenberg dan Gabriel Bortoleto, mengalami insiden di lintasan Marina Bay.
Keduanya terlibat kontak dengan mobil lain yang berdampak besar pada performa dan strategi balapan mereka.
Awal Balapan yang Rumit bagi Bortoleto
Sejak awal balapan, Gabriel Bortoleto sudah menghadapi kesulitan.
Insiden terjadi di tikungan pertama saat dirinya bersaing ketat dengan Lance Stroll (Aston Martin).
Dalam situasi tiga mobil sejajar, terjadi sentuhan yang membuat sayap depan mobil Bortoleto rusak.
“Saya rasa ini murni insiden balapan. Tidak ada yang bisa disalahkan,” ungkap Bortoleto usai balapan, dikutip F1.
“Sayangnya, kami kehilangan banyak waktu di stint pertama dan kesenjangan dengan pembalap lain makin melebar,” imbuhnya.
Setelah mengganti sayap depan dan ban di lap ke-14, Bortoleto mencoba bertahan hingga akhir dengan strategi satu kali pit stop.
Namun, degradasi ban yang tinggi membuat performanya menurun drastis, dan ia harus puas finis di posisi P17.
Hulkenberg Terjebak Masalah Serupa
Sementara itu, Nico Hulkenberg juga tidak luput dari nasib buruk.
Pembalap asal Jerman tersebut mengalami kerusakan pada endplate sayap depan setelah bersenggolan dengan Franco Colapinto (Alpine) di pertengahan lomba.
Tak lama kemudian, Hulkenberg kehilangan kendali dan berputar di tikungan tujuh akibat pengereman mendadak dari mobil di depannya.
“Saya tidak tahu apa yang dilakukan Franco. Ia mengerem terlalu awal dan saya kehilangan downforce di bagian belakang, yang membuat mobil berputar,” ujar Hulkenberg.
“Hari yang sulit bagi kami. Di sirkuit jalan raya seperti ini, sangat susah menyalip kecuali ada perbedaan besar pada strategi ban,” ungkapnya.
Hulkenberg akhirnya finis di posisi ke-20, menjadi pembalap terakhir yang menyentuh garis finis.
Strategi dan Kecepatan Jadi Sorotan
Meskipun tim sempat berharap bisa mencuri poin, Hulkenberg menilai mobil mereka memang belum cukup cepat untuk menembus sepuluh besar.
“Kami harus mengevaluasi strategi pit stop kami. Tapi jujur saja, saya tidak yakin kami punya kecepatan untuk bersaing di posisi poin,” tambahnya.
Tantangan Kick Sauber ke Depan
GP Singapura menjadi cerminan betapa kerasnya kompetisi di tengah papan F1 musim ini.
Kick Sauber masih harus bekerja keras memperbaiki performa mobil, terutama dalam hal manajemen ban dan efisiensi aerodinamika di sirkuit sempit seperti Marina Bay.
Editor : Lugas Rumpakaadi