Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ferrari Alami Akhir Pekan Mengecewakan di F1 GP Singapura, Fred Vasseur Akui Gagal Maksimalkan Potensi Mobil

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 8 Oktober 2025 | 16:17 WIB
Ferrari alami akhir pekan mengecewakan di F1 GP Singapura.
Ferrari alami akhir pekan mengecewakan di F1 GP Singapura.

RADARBANYUWANGI.ID - Ferrari kembali menghadapi akhir pekan sulit di ajang F1 Grand Prix Singapura 2025.

Team Principal Ferrari, Fred Vasseur, mengakui bahwa tim tidak mampu memaksimalkan potensi mobil sepanjang akhir pekan, menyebutnya sebagai “sangat frustrasi” bagi seluruh tim dan pembalap.

Pada balapan yang digelar di Marina Bay Street Circuit, kedua pembalap Ferrari, Charles Leclerc dan Lewis Hamilton, hanya mampu finis di posisi keenam dan kedelapan.

Kondisi ini diperparah oleh masalah overheating pada sistem rem, yang sudah dirasakan sejak lap kedua dari total 62 lap yang dijalani.

Masalah Rem Jadi Penghambat Utama

Vasseur menjelaskan bahwa kedua pembalap diminta melakukan teknik lift and coast, yaitu mengurangi kecepatan sebelum titik pengereman untuk menjaga suhu rem, sejak awal balapan.

Strategi ini memang membantu menjaga suhu, namun berdampak negatif terhadap ritme dan performa mobil.

“Sejak awal, kami meminta Charles untuk melakukan lift and coast. Masalahnya bukan hanya kehilangan sedikit waktu di akhir trek, tapi juga kehilangan referensi titik pengereman,” ujar Vasseur, dikutip F1.

Ia menambahkan bahwa sepanjang balapan, para pembalap harus terus menyesuaikan keseimbangan rem antara bagian depan dan belakang, yang membuat konsentrasi mereka terganggu dan sulit menemukan ritme ideal.

Performa yang Tidak Konsisten

Ferrari sebenarnya menunjukkan kecepatan menjanjikan saat sesi latihan bebas pada hari Jumat.

Namun, performa tersebut menurun saat kualifikasi, membuat mereka harus memulai balapan dari posisi tengah grid, Hamilton di P6 dan Leclerc di P7.

Vasseur mengaku frustrasi dengan ketidakkonsistenan tersebut.

“Dua akhir pekan terakhir, baik di Baku maupun di Singapura, kami memulai dengan pace yang bagus. Tapi pada akhirnya kami tidak bisa mengeluarkan potensi terbaik mobil. Kami melakukan 29,7 detik di Q1 dan hasilnya sama di Q3. Kami tidak berkembang,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi ini membuat tim bekerja “dalam posisi bertahan” sepanjang balapan.

“Bagi seluruh tim, ini sangat membuat frustrasi. Kami bekerja keras untuk berada di level ini, tapi pada akhirnya kami tidak bisa menunjukkan performa sebenarnya,” tambahnya.

Hamilton Catat Lap Tercepat, Tapi Tak Puas

Menjelang akhir lomba, Lewis Hamilton sempat mencatatkan lap tercepat setelah melakukan pit stop kedua dan mengganti ban baru berkompon lunak.

Namun, sang juara dunia tujuh kali itu tetap tidak puas karena hasil tersebut tidak menggambarkan kondisi sebenarnya.

“Itu lap tercepat yang palsu,” ujar Vasseur menirukan Hamilton.

“Saat dia mendorong, kecepatan mobil sebenarnya cukup bagus. Tapi karena perbedaan kondisi ban dan situasi balapan, itu bukan representasi nyata dari performa kami,” ungkapnya.

Harapan untuk Balapan Berikutnya

Ferrari kini berfokus memperbaiki masalah teknis dan strategi menjelang seri berikutnya.

Vasseur menegaskan bahwa tim akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendingin rem dan strategi balapan agar masalah serupa tidak terulang.

“Kami tahu potensi mobil ini besar. Tantangannya adalah bagaimana kami bisa mengekstraksi 100 persen dari apa yang kami miliki,” pungkas Vasseur dengan nada optimistis.

Meski GP Singapura menjadi akhir pekan yang mengecewakan, Ferrari berharap dapat bangkit pada balapan berikutnya dan kembali bersaing di papan atas.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#formula 1 #singapura #ferrari #fred vasseur #f1