Menjelang duel bergengsi Timnas Indonesia kontra Arab Saudi pada Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi menunjuk Ahmad Al Ali asal Kuwait sebagai wasit utama.
Penunjukan ini langsung menimbulkan pro dan kontra, terutama di kalangan pecinta sepak bola nasional, karena baik Indonesia maupun Arab Saudi sama-sama memiliki catatan kurang baik saat dipimpin sang pengadil.
Semua Wasit dari Kuwait, PSSI Sempat Protes
Berdasarkan keputusan resmi, seluruh perangkat pertandingan laga Indonesia vs Arab Saudi berasal dari Kuwait.
Ahmad Al Ali akan memimpin jalannya laga sebagai wasit utama, dibantu oleh Abdul Hadi Al-Anzi dan Ahmed Abbas sebagai asisten wasit. Sementara itu, posisi VAR diisi oleh Abdullah Jamali, dan Abdullah Al-Kandari bertugas sebagai asisten wasit VAR.
Penunjukan ini sempat memunculkan protes resmi dari PSSI, lantaran Kuwait dan Arab Saudi berasal dari kawasan regional yang sama, yakni Timur Tengah.
Namun setelah mempertimbangkan keputusan final dari FIFA dan AFC, PSSI memilih menerima dengan lapang dada.
Siapa Ahmad Al Ali?
Baca Juga: Viral! Cuma Modal Selfie, Bisa Bikin Figur 3D Realistis Ala Action Figure Pakai Gemini AI!
Ahmad Al Ali merupakan wasit internasional terbaik asal Kuwait saat ini. Ia telah mendapat lisensi FIFA sejak 2016 dan dikenal memiliki reputasi disiplin tinggi.
Pria berusia 41 tahun itu kerap dipercaya memimpin laga bergengsi seperti Piala Asia, Piala Teluk, Liga Champions Asia Elite, hingga Kualifikasi Piala Dunia.
Sosok kelahiran 1984 ini juga terkenal tegas dan tak ragu mengeluarkan kartu. Dalam tujuh pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang ia pimpin, tercatat 17 kartu kuning dan satu kartu merah telah dikeluarkannya.
Di ajang AFC Champions League Elite, Al Ali bahkan sudah mengeluarkan 35 kartu kuning hanya dalam delapan pertandingan sejak musim lalu — menjadikannya salah satu wasit paling “royal” di Asia.
Catatan Saat Pimpin Arab Saudi dan Indonesia
Baik Arab Saudi maupun Indonesia sama-sama punya pengalaman pahit di bawah kepemimpinan Ahmad Al Ali.
Bagi Green Falcons, wasit asal Kuwait itu telah memimpin tiga pertandingan — dengan hasil satu kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan.
Kemenangan: Arab Saudi 1-0 Qatar (Piala Teluk 2019) — dua pemain Arab Saudi mendapat kartu kuning.
Imbang: Arab Saudi 0-0 Jepang (Kualifikasi Piala Dunia 2026) — tanpa kartu.
Kekalahan: Arab Saudi 2-3 Bahrain (Piala Teluk 2024) — satu kartu kuning untuk Abdulelah Al-Malki.
Sementara itu, Timnas Indonesia baru sekali merasakan kepemimpinan Ahmad Al Ali, yakni saat menghadapi Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2022 (Juni 2021).
Laga itu berakhir pahit, dengan Garuda takluk 0-4 dari Vietnam, disertai banjir kartu kuning untuk pemain Indonesia seperti Nadeo Argawinata, Arif Satria, Pratama Arhan, Rachmat Irianto, dan Egy Maulana Vikri.
Wasit Tegas, Laga Potensial Berjalan Panas
Dengan gaya memimpin yang tegas dan tegas dalam menegakkan disiplin, laga Indonesia vs Arab Saudi berpotensi berlangsung keras dan penuh tensi.
Pengalaman Al Ali di kompetisi bergengsi membuatnya berpengalaman menghadapi tekanan besar, namun bagi kedua tim, kenangan pahit bersama wasit ini bisa menjadi motivasi tambahan untuk tampil disiplin dan fokus.
Apakah kali ini Garuda bisa membalikkan nasib di bawah kepemimpinan Ahmad Al Ali? Semua mata akan tertuju ke lapangan pada laga pembuka Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 ini. (*)
Editor : Niklaas Andries