RADARBANYUWANGI.ID - Performa Francesco “Pecco” Bagnaia kembali menjadi sorotan tajam setelah hasil mengecewakan pada seri MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat.
Meski sempat menunjukkan kebangkitan dengan kemenangan di GP Jepang, juara dunia dua kali itu kembali terjerumus ke dalam keterpurukan.
Dari Kebangkitan di Jepang ke Kekecewaan di Mandalika
Setelah tes di Misano yang membangkitkan kepercayaan dirinya, Bagnaia tampil gemilang di Motegi dengan mengalahkan Jorge Martin.
Namun, sinar itu hanya bertahan singkat.
Mandalika kembali mengingatkan Bagnaia pada sisi paling sulit musim ini.
Ia gagal menemukan performa stabil dan tercecer di posisi ke-17 pada hari pertama latihan.
Yang membuat situasi semakin pelik, rumor mencuat bahwa Bagnaia sempat kembali menggunakan Ducati GP24, motor yang musim lalu membawanya menang 11 kali.
Dugaan ini diperkuat oleh Franco Morbidelli dan tim VR46 yang menyebut Ducati memang meminta bantuan mereka untuk uji coba di Misano.
Namun, Bagnaia memilih bungkam ketika ditanya langsung soal isu tersebut.
Tekanan dari Dalam Tim Ducati
Kehadiran Marc Marquez di Ducati memang menambah warna, tapi juga menghadirkan tekanan besar.
Marquez sudah mengunci gelar juara dunia 2025 dengan dominasi luar biasa.
Di sisi lain, Bagnaia justru kesulitan mempertahankan ritme.
Banyak yang menilai kondisi ini membuat Bagnaia kehilangan rasa percaya diri, meski ia pernah jadi tumpuan utama tim Borgo Panigale.
Legenda MotoGP, Max Biaggi, menilai faktor psikologis memang penting, tetapi kini tanggung jawab ada sepenuhnya di tangan Bagnaia.
Menurutnya, Ducati telah memberi dukungan penuh, sehingga tidak ada lagi alasan untuk tidak kompetitif.
Pedro Acosta Tetap Waspadai Ducati
Meski Marquez dan Bagnaia sama-sama gagal masuk Q2 di Mandalika, rival muda mereka, Pedro Acosta dari Red Bull KTM, menilai Ducati tetap berbahaya.
Acosta mengingatkan bahwa Bagnaia tahun lalu juga sempat kesulitan di Mandalika, namun akhirnya mampu memenangkan sprint race.
Bagi Acosta, Ducati masih menjadi ancaman besar di setiap seri.
Marquez, Sang Alien, Kunci Gelar Dunia Ketujuh
Sementara Bagnaia terombang-ambing, rekan setimnya Marc Marquez terus menulis sejarah.
Dengan raihan tujuh gelar juara dunia di kelas utama, Marquez kini sejajar dengan Valentino Rossi dan hanya tertinggal satu dari Giacomo Agostini.
Keberhasilan itu membuat Jorge Lorenzo menobatkannya sebagai pembalap terbaik sepanjang masa, bahkan di atas Rossi.
Editor : Lugas Rumpakaadi