Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Carlos Sainz Bersinar di Williams F1, Ferrari Dinilai Kehilangan Aset Besar

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 1 Oktober 2025 | 14:55 WIB
Guenther Steiner nilai Ferrari menyesal lepas Carlos Sainz untuk Hamilton.
Guenther Steiner nilai Ferrari menyesal lepas Carlos Sainz untuk Hamilton.

RADARBANYUWANGI.ID - Mantan prinsipal Haas, Guenther Steiner, mengungkapkan pendapat menarik soal keputusan Ferrari mengganti Carlos Sainz dengan Lewis Hamilton untuk musim Formula 1 2025.

Menurutnya, ada beberapa pihak di dalam tim Ferrari yang mungkin menyesali langkah besar tersebut.

Carlos Sainz, yang membela Ferrari selama empat musim, akhirnya berlabuh di Williams dengan kontrak multi-tahun.

Perjudian ini langsung memberi hasil positif.

Pebalap asal Spanyol itu sukses meraih podium ketiganya di ajang Formula 1 sekaligus podium pertama untuk Williams dalam Grand Prix Azerbaijan di Sirkuit Kota Baku.

Guenther Steiner: Ada Penyesalan di Ferrari

Dalam sesi The Red Flags Podcast, Steiner ditanya apakah Ferrari bisa saja menyesali keputusannya menggaet juara dunia tujuh kali, Lewis Hamilton, untuk menggantikan Sainz.

“Saya pikir beberapa orang di tim memang menyesal,” ujar Steiner, dikutip Motorsport.

Ia menilai manajemen Ferrari tidak mungkin mengakui kesalahan secara terbuka.

Namun, hasil buruk Ferrari di Baku, finis di posisi kedelapan dan kesembilan, kontras dengan pencapaian Sainz yang naik podium bersama Williams.

“Sepertinya orang yang merasa paling menyesal adalah Carlos Sainz,” tambah Steiner sambil menekankan performa solid sang pebalap.

Hamilton Belum Tampil Sesuai Ekspektasi

Meski Hamilton sempat meraih kemenangan dalam sprint race di Cina, performanya di grand prix belum menunjukkan hasil maksimal.

Capaian terbaiknya sejauh ini adalah finis keempat di Grand Prix Emilia-Romagna, Austria, dan Inggris.

Podium reguler yang diharapkan Ferrari dari sang legenda masih belum hadir.

Steiner juga menyinggung dampak non-teknis.

Menurutnya, Ferrari kini menghadapi tantangan ekstra berupa penyesuaian Hamilton dengan mobil serta dinamika tim.

“Dengan Carlos, mereka punya kepastian. Sementara dengan Lewis, keresahan yang ia bawa justru bisa mengganggu fokus tim,” jelasnya.

Pertaruhan Besar Ferrari

Selain soal performa, Steiner menyinggung sisi finansial.

Rekrutmen Hamilton jelas menuntut investasi lebih besar dibandingkan mempertahankan Sainz.

Hal ini memunculkan pertanyaan apakah keputusan Ferrari akan terbukti tepat dalam jangka panjang.

Di sisi lain, Sainz justru memperlihatkan konsistensi dan kemampuan adaptasi luar biasa bersama Williams, sebuah tim yang sebelumnya jarang bersaing di barisan depan.

Langkah Ferrari mendatangkan Lewis Hamilton sekaligus melepas Carlos Sainz kini menuai pro dan kontra.

Sainz membuktikan kualitasnya dengan podium di Williams, sementara Hamilton masih berjuang menemukan ritme bersama tim barunya.

Seperti kata Steiner, waktu akan menjawab apakah keputusan Ferrari menjadi investasi berharga atau justru langkah yang disesali.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#formula 1 #Baku #williams #lewis hamilton #ferrari #f1 #carlos sainz #guenther steiner