Agen Xavi Simons akhirnya membeberkan alasan gagalnya kepindahan sang gelandang kreatif ke Chelsea. Bintang muda asal Belanda itu sejatinya diminati The Blues, tetapi justru berlabuh ke Tottenham Hotspur dengan kontrak berdurasi lima tahun.
Xavi Simons, yang sebelumnya memperkuat Paris Saint-Germain dan RB Leipzig, sempat menjadi rebutan antara Chelsea dan Spurs. Bahkan, Chelsea disebut berada di posisi terdepan untuk mengamankan tanda tangannya. Namun, negosiasi harga dengan RB Leipzig tidak pernah mencapai kata sepakat.
Kondisi ini dimanfaatkan Tottenham untuk bergerak cepat. Hasilnya, Simons kini resmi berkostum Spurs dan langsung tampil impresif. Ia mencatat assist saat debut di kemenangan 3-0 atas West Ham United, lalu kembali berkontribusi dalam laga comeback dramatis 2-2 kontra Brighton & Hove Albion.
Sementara itu, di hari yang sama Chelsea justru harus menelan kekalahan 1-2 dari Manchester United di Old Trafford. The Blues tampil tumpul setelah kehilangan Cole Palmer, Estevao, dan Pedro Neto lebih awal.
Kendala Chelsea di Bursa Transfer
Menurut agen Simons, Ali Barat, kegagalan Chelsea mendatangkan kliennya bukan karena kurangnya minat, melainkan adanya “kendala tertentu” yang menghambat proses negosiasi.
“Tottenham dan Chelsea sama-sama klub besar dengan proyek menarik. Ada ketertarikan nyata dari kedua pihak. Namun, Chelsea sejak awal jujur dengan kami bahwa ada kendala yang membuat proses sulit dilanjutkan. Begitu pembicaraan dengan Tottenham dimulai, jelas proyek mereka lebih cocok untuk Xavi,” ungkap Barat, dikutip Metro.
Alih-alih merekrut Simons, Chelsea justru memperkuat lini serang dengan mendatangkan Alejandro Garnacho, Jamie Gittens, dan Facundo Buonanotte. Namun, ketiganya tidak dimainkan saat melawan Manchester United.
Misteri Garnacho Hanya Jadi Cadangan
Absennya Alejandro Garnacho melawan mantan klubnya menimbulkan tanda tanya besar. Winger Argentina berusia 20 tahun itu hanya duduk di bangku cadangan, sementara Enzo Maresca lebih memilih memasukkan Andrey Santos dan Tyrique George.
George masuk menggantikan Wesley Fofana pada menit ke-60. Menurut Maresca, keputusan itu yang membuat Garnacho tidak jadi diturunkan.
“Garna sudah siap dimainkan. Namun, Wes [Fofana] meminta pergantian karena kelelahan setelah lama tidak tampil. Jadi kami putuskan memasukkan Tyrique. Awalnya memang ada rencana memberi Garnacho menit bermain,” jelas Maresca.
Ketika ditanya apakah sambutan dingin dari fans Manchester United ikut memengaruhi keputusan tersebut, Maresca menegaskan hal itu tidak benar.
“Tidak ada hubungannya. Garna siap. Namun, Wes minta diganti, dan prioritas kami berubah,” tegasnya.
Update Kondisi Cole Palmer
Selain itu, Maresca juga memberikan kabar terbaru mengenai kondisi Cole Palmer yang mengalami cedera. Sang pelatih berharap Palmer bisa pulih tepat waktu sebelum laga putaran ketiga Piala Liga Inggris (EFL Cup) melawan Lincoln City, Selasa mendatang.
Chelsea juga dipastikan kehilangan kiper utama Robert Sanchez pada laga tersebut setelah diganjar kartu merah cepat saat menghadapi Manchester United. (*)
Editor : Niklaas Andries