Liverpool dipastikan tidak akan merekrut bek Crystal Palace, Marc Guehi, pada bursa transfer Januari mendatang. Manajemen The Reds lebih memilih menunggu hingga kontraknya berakhir agar bisa mendatangkannya secara gratis musim panas tahun depan.
Keputusan ini muncul setelah Liverpool mengeluarkan dana lebih dari £400 juta atau sekitar Rp7,96 triliun (kurs Rp19.900 per pound sterling) pada bursa transfer sebelumnya. Angka tersebut memecahkan rekor belanja terbesar dalam sejarah Premier League.
Meski Arne Slot berhasil membawa sejumlah pemain bintang ke Anfield, ada rasa kecewa karena Liverpool gagal mengamankan tanda tangan Guehi. Padahal, tawaran senilai £35 juta atau setara Rp696 miliar sudah diajukan di hari terakhir bursa transfer, 1 September lalu.
Namun, Palace tetap bersikukuh mempertahankan sang bek, meski kontraknya tinggal satu tahun.
Manajemen Liverpool kini lebih fokus menunggu Guehi datang dengan status bebas transfer. Di sisi lain, situasi Ibrahima Konate menambah keraguan.
Negosiasi perpanjangan kontrak bek asal Prancis itu mandek, sementara Real Madrid disebut siap merekrutnya secara gratis pada musim panas mendatang.
Skuad Belakang Liverpool Masih Rawan
Untuk musim ini, Arne Slot masih memiliki empat bek tengah: Konate, Virgil van Dijk, Joe Gomez, dan Giovanni Leoni. Namun, Leoni yang baru berusia 18 tahun diprediksi tidak akan sering diturunkan di Premier League maupun Liga Champions.
Hal itu membuat Gomez dan Konate berpotensi tampil lebih banyak, meski keduanya memiliki riwayat cedera panjang. Konate sempat mencatat 31 laga liga pada musim 2024-2025, tetapi sebelumnya ia tidak pernah melampaui 22 penampilan semusim.
Jika Liverpool melangkah lebih jauh di Liga Champions musim ini, beban fisik para bek bisa semakin berat. Karena itu, tidak menutup kemungkinan manajemen berubah pikiran dan kembali mengincar Guehi pada bursa transfer Januari apabila ada bek yang mengalami cedera.
Peran Vital Konate di Lini Belakang
Legenda Liverpool, Jamie Carragher, menilai Konate memiliki kecerdasan bertahan luar biasa di sisi kanan. Namun, ia juga menilai bek berusia 26 tahun itu belum mampu menjadi pemimpin lini pertahanan seperti Virgil van Dijk.
Konate dianggap sebagai spesialis bertahan di area saluran permainan, terutama saat lawan mencoba mengeksploitasi kelemahan Trent Alexander-Arnold. Perannya yang krusial membuat kehilangan Konate bisa menjadi pukulan besar bagi Liverpool.
Meski Jeremie Frimpong dan Conor Bradley sering mengisi pos bek kanan, keduanya bukan spesialis bertahan. Namun, etos kerja mereka dalam merebut bola sedikit membantu meringankan tugas Konate.
Jika Liverpool mampu memperpanjang kontraknya, The Reds akan berada dalam posisi ideal untuk menjaga kestabilan lini belakang sekaligus mempertahankan status sebagai kandidat kuat peraih gelar Premier League musim depan. (*)
Editor : Niklaas Andries