RADARBANYUWANGI.ID - Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, resmi dimutasi dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR.
Keputusan itu diumumkan melalui Surat Fraksi NasDem pada Jumat (29/8/2025) dan dibenarkan oleh Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim.
Menurut Hermawi, rotasi ini murni bagian dari penyegaran internal fraksi. “Tidak ada pencopotan, hanya penyegaran. Rotasi biasa saja,” tegasnya.
Dengan keputusan tersebut, Sahroni kini ditempatkan di Komisi I DPR. Sementara kursi Wakil Ketua Komisi III diisi oleh H. Rusdi Masse Mappasessu, yang sebelumnya duduk di Komisi IV.
Rotasi ini mulai berlaku pada Jumat (29/8/2025) dan sudah ditembuskan ke pimpinan DPR, pimpinan komisi terkait, serta Sekretariat Jenderal DPR.
Mutasi Sahroni tak bisa dilepaskan dari sorotan publik terkait pernyataannya beberapa waktu lalu.
Saat kunjungan kerja di Polda Sumut (22/8/2025), ia menyebut pihak yang mendorong pembubaran DPR sebagai “mental orang tertolol sedunia.”
Pernyataan itu memicu reaksi keras dari masyarakat hingga berujung aksi demonstrasi di berbagai daerah.
Jejak Hidup Sang “Crazy Rich Tanjung Priok”
Ahmad Sahroni lahir di Tanjung Priok, Jakarta, pada 8 Agustus 1977. Hidup sederhana sejak kecil, ia pernah bekerja sebagai tukang semir sepatu, sopir antar jemput sekolah, hingga tukang cuci di kapal pesiar asing.
Pendidikan formalnya ditempuh mulai dari S1 di STIE Pelita Bangsa (2009), S2 di Stikom InterStudi (2020), hingga doktor hukum dari Universitas Borobudur Jakarta (2024).
Karier bisnisnya melesat, terutama di sektor pengangkutan BBM dan properti. Dari sanalah Sahroni mendapat julukan Crazy Rich Tanjung Priok.
Ia juga dikenal sebagai pecinta otomotif, mendirikan Brotherhood Club Indonesia, serta memimpin Ferrari Owners Club Indonesia.
Karier Politik di NasDem
Sejak bergabung dengan Partai NasDem pada 2013, Sahroni berhasil duduk sebagai anggota DPR dari Dapil DKI Jakarta III pada 2014.
Ia dipercaya menjabat Wakil Ketua Komisi III DPR periode 2019–2024, membidangi hukum, HAM, dan keamanan.
Di internal partai, posisinya tak main-main: Bendahara Umum DPP NasDem sejak 2019 hingga sekarang.
Kini, dengan mutasi ke Komisi I DPR, Ahmad Sahroni harus beradaptasi dengan bidang baru.
Pergeseran ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pernyataan publik seorang politisi bisa berdampak besar pada karier politiknya. (*)
Editor : Ali Sodiqin