RADARBANYUWANGI.ID - Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025 menghadirkan rivalitas panas dua pembalap muda Asia Tenggara, Veda Ega Pratama dari Indonesia dan Hakim Danish dari Malaysia.
Tidak hanya memperebutkan podium, pertarungan keduanya juga demi meraih tiket emas menuju ajang Moto3.
Rivalitas Veda Ega Pratama dan Hakim Danish
Pertarungan keduanya menjadi sorotan sejak awal musim.
Momen paling dramatis terjadi di Sirkuit Mugello 2025, ketika Veda berhasil mengalahkan Danish dengan selisih tipis hanya 0,011 detik pada race kedua.
Hasil itu membuktikan betapa ketatnya rivalitas mereka di lintasan.
Hakim Danish sempat memimpin klasemen sementara, tetapi Veda terus menempel ketat dengan strategi balap agresif sekaligus cerdas.
Teknik slipstream yang ia manfaatkan dengan baik membuatnya kerap berhasil menyalip di saat-saat krusial.
Prestasi Veda Ega Pratama di Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025: Kemenangan dan Klasemen Terkini
Musim 2025 menjadi ajang pembuktian bagi Veda.
Beberapa catatan prestisius yang ia raih antara lain:
- Tiga kemenangan dalam empat balapan terakhir, termasuk kemenangan gemilang di Sachsenring.
- Pole position di Red Bull Ring, Austria, serta dua kali finis podium di akhir pekan tersebut.
- Naik ke posisi kedua klasemen sementara dengan 170 poin, hanya terpaut 21 poin dari puncak.
Hasil impresif ini sekaligus menjadi kado spesial bagi Indonesia saat peringatan Hari Kemerdekaan ke-80.
Jejak di JuniorGP dan Jalan Menuju Moto3
Setelah menorehkan hasil gemilang di Red Bull Rookies Cup, langkah berikutnya yang menanti Veda adalah JuniorGP, ajang penting yang melatih pembalap muda sebelum terjun ke Moto3.
Walau catatan detail prestasinya di JuniorGP 2025 belum sepenuhnya terpublikasi, performa konsisten di Rookies Cup menjadi bukti bahwa ia siap naik kelas.
Lebih jauh, regulasi FIM memberi kesempatan promosi otomatis atau golden ticket ke Moto3 bagi pembalap tiga besar Rookies Cup.
Dengan posisinya saat ini, Veda masuk dalam zona promosi Moto3 musim 2026.
Dukungan Pabrikan dan Tantangan ke Depan
Veda saat ini berada di bawah naungan Astra Honda Racing Team.
Namun, dominasi KTM di kelas Moto3 membuat spekulasi muncul bahwa Veda akan mendapat dukungan penuh dari pabrikan asal Austria tersebut.
Bahkan, kabar terbaru menyebutkan ia telah menjalani tes bersama KTM, tanda jelas bahwa peluangnya kian terbuka.
Kontrak dengan tim besar Moto3, terutama Red Bull KTM Ajo Racing, bisa menjadi kunci penting bagi perjalanan kariernya.
Dukungan pabrikan tidak hanya soal motor kompetitif, tetapi juga strategi pengembangan jangka panjang.
Harapan Indonesia di Panggung Dunia
Lahir di Gunungkidul pada 28 November 2008, Veda tumbuh dengan darah balap dari ayahnya, Sudarmono, yang juga mantan pembalap nasional.
Latar belakang ini membuat Veda tak asing dengan dunia motor sejak kecil.
Rivalitasnya dengan Hakim Danish tak hanya menambah daya tarik Red Bull Rookies Cup, tetapi juga menegaskan posisi Veda sebagai calon bintang masa depan.
Prestasi cemerlang di Rookies Cup menegaskan jalan Veda menuju Moto3.
Indonesia menanti momen sejarah ketika pembalap muda ini bersaing di barisan depan dunia.
Editor : Lugas Rumpakaadi