PSIM yang menuai kemenangan perdana atas Persebaya di pekan perdana berambisi untuk melanjutkan hasil apik tersebut. Itu menjadi awalan yang baik bagi tim yang baru saja promosi dan kembali ke kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia setelah 18 tahun absen.
Adapun PSIM dan Arema FC belum pernah bertemu di era modern Liga Indonesia. Ini lebih disebabkan tim tuan rumah sempat kesulitan menembus kasta tertinggi. Maka pertemuan keduanya bisa diibaratkan sebagai pengantin baru.
Hasil pertandingan ini bisa menjadi catatan baru bagi kedua tim. Dan kemenangan atas Persebaya membuat Van Gastel puas.
Maka menghadapi Arema FC, pelatih asal Belanda ini pun diliputi perasaan optimistis menatap laga-laga berikutnya. Dia berharap anak asuhnya bisa menjaga konsistensi ke depannya.
“Kami sangat senang bisa meraih kemenangan di laga perdana. Saya ingin melihat tim kami bermain dengan standar ini setiap minggunya,” ujarnya.
Sementara itu, Arema FC bukan lawan yang mudah untuk PSIM Yogyakarta. Pasalnya, pada pekan pertama, tim berjuluk Singo Edan itu meraih kemenangan telak 4-1 atas PSBS Biak.
Sukes menang menjanjikan pada pekan pertama tidak membuat pelatih Arema FC, Marcos Santos, puas begitu saja. Dia meminta para pemainnya untuk tidak terlalu lama larut dalam euforia dan harus fokus menjalani musim ini.
"Kami masih harus bekerja keras untuk meningkatkan performa dan meraih hasil yang memuaskan. Di sini, tidak bisa menang semua. Tapi saya siap bekerja keras membuat Aremania senang,” tutur Marcos. (*)
Editor : Niklaas Andries