RADARBANYUWANGI.ID - Persaingan antara Oscar Piastri dan Lando Norris di tim McLaren musim Formula 1 2025 menjadi sorotan utama di paruh musim ini.
Setelah menyelesaikan 12 dari total 24 seri Grand Prix, Piastri unggul tipis delapan poin atas Norris dalam klasemen sementara Kejuaraan Dunia Pembalap.
Perbedaan tersebut setara dengan satu posisi finis di urutan keenam, mencerminkan betapa ketatnya persaingan internal tim asal Woking tersebut.
Mantan pembalap F1, David Coulthard, memuji performa Piastri sejauh ini dan menyebut situasi ini mengingatkannya pada duel epik antara Max Verstappen dan Lewis Hamilton di musim 2021, serta pengalamannya sendiri saat bersaing dengan Mika Hakkinen di McLaren era akhir 1990-an hingga awal 2000-an.
Dominasi Tipis Piastri dan Performa Norris yang Meningkat
Piastri telah meraih lima kemenangan, sementara Norris mencatatkan empat. Meski begitu, Norris menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di dua balapan terakhir, yang membuat Coulthard yakin bahwa pertarungan ini masih jauh dari kata selesai.
“Jika ini adalah setengah musim kejuaraan dunia, Oscar sudah memenangkannya. Tapi jika Lando bisa membalikkan keadaan di paruh kedua musim, itu akan jadi pencapaian besar karena dia melawan pembalap tahun ketiga yang sangat bertalenta,” ujar Coulthard.
McLaren Dinilai Tangani Rivalitas dengan Bijak
Coulthard menilai bahwa McLaren telah mengelola rivalitas kedua pembalapnya dengan baik. Ia menggambarkan Norris dan Piastri sebagai pembalap dengan kepribadian yang “jinak”, tidak seperti pembalap agresif lain yang kerap membuat situasi menjadi lebih panas.
Namun, ia juga memperingatkan bahwa peluang merebut gelar dunia tidak selalu datang dua kali, terutama dengan regulasi baru yang akan diterapkan pada 2026.
“Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dua tahun lagi. Mungkin ini satu-satunya kesempatan mereka,” katanya.
Ketegangan Ala Coulthard vs Hakkinen
Dengan pengalamannya membalap bersama Mika Hakkinen, Coulthard menyatakan bahwa gesekan di lintasan antara rekan setim adalah hal yang tak terhindarkan.
Ia bahkan mengaku telah memprediksi insiden tabrakan antara Piastri dan Norris di GP Kanada, sebagaimana dirinya pernah mengalami hal serupa bersama Hakkinen di GP Austria 1999.
“Begitu keduanya punya peluang menang, tensi meningkat. Seakrab apa pun sebuah tim, situasi seperti ini akan makin rumit,” jelasnya.
Red Bull Masih Bisa Jadi Ancaman
Meski fokus utama kini berada pada McLaren, Coulthard menegaskan bahwa Max Verstappen dan Red Bull belum sepenuhnya keluar dari persaingan.
Verstappen saat ini terpaut 69 poin dari Piastri, namun performa luar biasa di sesi kualifikasi Silverstone menunjukkan bahwa Red Bull masih memiliki potensi.
“Jika Red Bull mendapat peningkatan performa, mereka bisa saja kembali bersaing. Mereka pernah melakukannya sebelumnya, dan Max adalah pembalap luar biasa,” tambahnya. (*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News.
Editor : Lugas Rumpakaadi