RADARBANYUWANGI.ID – MLS kembali menyuguhkan pertandingan menarik yang akan diingat oleh banyak penggemar. Dalam duel yang berlangsung di Arena Red Bull, Kamis pagi (16/7/2025) WIB, New York Red Bulls meraih kemenangan dramatis atas New England Revolution dengan skor mencolok 5-3.
Laga ini menjadi salah satu yang paling mengesankan dalam musim MLS 2025, dengan delapan gol yang tercipta memberikan hiburan luar biasa bagi 29. 288 penonton yang memenuhi stadion.
Pertandingan dibuka dengan kejutan ketika New England Revolution langsung memberikan tekanan kepada tuan rumah. Hanya dalam waktu lima menit, Leonardo Campana sukses mencetak gol untuk New York Red Bulls dengan penyelesaian yang sempurna.
Penyerang dari Uruguay ini memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan lapangan dan menyarangkan bola ke gawang yang tak dapat dicegah oleh kiper Carlos Coronel. Gol pembuka ini meningkatkan kepercayaan diri tim Revolution yang datang sebagai tim yang diunggulkan.
Tertinggal tidak membuat Red Bulls kehilangan semangat. Mereka terus menyerang pertahanan Revolution tanpa henti. Pada menit ke-30, New England Revolution mendapatkan keberuntungan melalui situasi tak terduga.
Kyle Duncan, bek kanan New York RB, melakukan kesalahan yang mengarah pada gol bunuh diri setelah berupaya menghalau bola di depan gawang. Gol bunuh diri ini menambah kedudukan New England atas tuan rumah.
Babak kedua dimulai dengan lebih cepat. Pada menit ke-56, Daniel Edelman membawa New York Red Bulls unggul dengan gol yang dihasilkan dari permainan tim yang solid. Pemain tengah berusia 23 tahun ini memanfaatkan umpan terobosan dari Forsberg dan menyelesaikannya dengan tendangan keras ke sudut gawang.
Eric Maxim Choupo-Moting menjadi bintang utama dalam kemenangan Red Bulls. Penyerang berpengalaman asal Kamerun ini mencetak dua gol pada menit ke-70 dan 83. Gol pertamanya datang dari situasi bola mati, sedangkan gol keduanya merupakan hasil dari aksi individu yang mengesankan di dalam kotak penalti. Penampilan Choupo-Moting membuktikan bahwa pengalaman di level tertinggi Eropa sangat berharga dalam kompetisi MLS.
Emil Forsberg juga berkontribusi dengan mencetak dua gol pada menit ke-72 dan 88. Gol pertamanya dicetak dari tendangan bebas yang sempurna, sementara gol keduanya merupakan eksekusi penalti yang tidak dapat ditangkis oleh kiper Revolution. Pemain asal Swedia ini menunjukkan keterampilan teknis yang luar biasa sepanjang laga.
Meski berada dalam posisi tertinggal, New England Revolution tidak menyerah begitu saja. Leonardo Campana kembali mencuri perhatian dengan mencetak gol keduanya pada menit ke-90+3, menambah catatan impresif pribadinya. Gol ini memberikan sedikit harapan bagi Revolution, tetapi waktu yang tersisa tidak cukup untuk mengejar ketertinggalan.
Dengan hasil positif ini, New York Red Bulls memperbaiki peringkat mereka di klasemen MLS dengan total 33 poin dari 23 laga (9 kemenangan, 6 hasil imbang, 8 kekalahan). Di sisi lain, New England Revolution masih berusaha keras dengan mengumpulkan 25 poin dari 22 pertandingan (6 kemenangan, 7 hasil imbang, 9 kekalahan). Laga ini menunjukkan bahwa persaingan di MLS kian sengit dan sulit diprediksi.
- Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News