RadarBanyuwangi.id – Kembalinya kepercayaan diri LAFC sangat terasa di BMO Stadium, Los Angeles, pada Kamis pagi (10/7) WIB. Setelah menghadapi masa-masa sulit dengan empat pertandingan tanpa kemenangan, The Black and Gold akhirnya berhasil menemukan kembali performa terbaiknya dengan mengalahkan Colorado Rapids 3-0 dalam pertandingan MLS 2025 yang penuh drama.
Pertandingan ini menjadi titik balik penting bagi LAFC yang sebelumnya mengalami kekalahan 1-0 dari Vancouver Whitecaps pada 29 Juni lalu, yang mengakhiri rangkaian sembilan pertandingan tanpa kalah di kompetisi MLS. Kemenangan ini tidak hanya meningkatkan semangat tim, tetapi juga mengangkat mereka ke posisi keenam di Konferensi Barat dengan total 29 poin dari 18 pertandingan.
Sejak menit-menit awal, dinamika pertandingan berjalan sangat berbeda ketika Colorado Rapids harus melanjutkan permainan dengan hanya sepuluh pemain. Jackson Travis menerima kartu merah di menit keenam, yang membuat Rapids berada dalam situasi yang sangat sulit melawan tuan rumah yang sedang mencari kemenangan.
Keputusan wasit tersebut secara signifikan mempengaruhi strategi kedua tim. LAFC yang secara individu sudah lebih unggul kini mendapatkan keunggulan jumlah pemain, sementara Colorado Rapids terpaksa mengubah formasi mereka menjadi lebih defensif dalam usaha meminimalkan kerugian.
Kapten LAFC, Denis Bouanga, sekali lagi menunjukkan kemampuannya sebagai pemain kunci tim. Bouanga berhasil mencetak gol melalui tendangan penalti di menit ke-42, memberikan keunggulan 1-0 bagi tuan rumah dan melanjutkan rekor golnya yang konsisten.
Prestasi Bouanga di pertandingan kali ini memiliki makna tersendiri. Penyerang yang berusia 30 tahun itu kini bergabung dengan Carlos Vela (78 gol) sebagai satu-satunya pemain dalam sejarah klub yang berhasil mencetak setidaknya 50 gol di musim reguler. Statistik ini menunjukkan betapa konsistennya Bouanga dalam memberi kontribusi penting bagi tim.
Sebelum pertandingan ini, performa Bouanga sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda positif. Ia telah mencetak delapan gol dan memberikan empat assist dalam rangkaian sembilan pertandingan tanpa kekalahan LAFC di MLS, yang berakhir dengan kekalahan dari Vancouver pada 29 Juni.
LAFC memperlihatkan dominasi yang luar biasa dalam aspek statistik serangan. Tim ini mencatatkan 16 tembakan sepanjang pertandingan, mencatat rekor tertinggi musim ini, yang menunjukkan seberapa agresif mereka dalam berburu gol sejak awal.
Keunggulan pemain yang dimiliki LAFC sejak dimulainya pertandingan memungkinkan mereka untuk mengendalikan tempo pertandingan sepenuhnya. Tim asuhan Steve Cherundolo ini berhasil memanfaatkan keunggulan tersebut dengan menciptakan berbagai peluang berbahaya secara konsisten sepanjang 90 menit.
Di samping Bouanga, dua pemain lainnya juga berkontribusi dalam gol kemenangan ini. Nathan Ordaz dan Javairo Dilrosun melengkapi pesta gol LAFC dengan skor akhir 3-0. Kontribusi ketiga pemain tersebut membuktikan kedalaman skuad LAFC yang bisa menghasilkan ancaman dari berbagai posisi.
Ordaz dan Dilrosun yang sukses mencetak gol menunjukkan bahwa LAFC tidak hanya mengandalkan satu atau dua pemain bintang. Keseimbangan dalam pencetak gol ini menjadi aset penting untuk kompetisi yang masih panjang ke depan.
Kiper veteran asal Prancis, Hugo Lloris, juga memberikan kontribusi signifikan dalam kemenangan ini. Lloris melakukan dua penyelamatan penting, menjaga gawang LAFC tetap bersih meskipun Colorado Rapids bermain dengan formasi yang lebih terbuka di babak kedua.
Penyelamatan yang dilakukan Lloris menjadi faktor penting untuk mempertahankan semangat positif tim dan memastikan tidak kebobolan sama sekali. Pengalaman yang dimiliki dalam kompetisi internasional sangat membantu dalam mengevaluasi situasi pertandingan dan menyusun pertahanan.
Kemenangan ini membuat LAFC naik ke peringkat enam di Konferensi Barat MLS, sekaligus mengakhiri rangkaian empat pertandingan tanpa kemenangan di semua kompetisi. Peringkat ini membawa harapan baru untuk mencapai target playoff di akhir musim.
Ini adalah kemenangan perdana LAFC dalam lebih dari sebulan, menunjukkan betapa signifikan hasil ini untuk semangat dan kepercayaan tim. Momentum positif ini diharapkan bisa terus berlanjut ke pertandingan-pertandingan selanjutnya. ***
Editor : Ali Sodiqin