RADARBANYUWANGI.ID - Ajang F1 di Silverstone kembali menyuguhkan drama. Salah satunya datang dari Gabriel Bortoleto yang harus mengakhiri balapan lebih awal usai memilih strategi ban yang keliru di awal Grand Prix Inggris 2025.
Dalam kondisi lintasan yang berubah-ubah karena hujan, sebagian besar pembalap memulai balapan dengan ban intermediate.
Namun, Bortoleto dan beberapa pembalap lain memilih untuk mengganti ke ban slick saat lap formasi berakhir.
Pembalap asal Brasil ini mengambil keputusan untuk menggunakan ban medium, berharap bahwa lintasan akan cepat mengering karena kondisi berangin dan sesekali cerah. Sayangnya, prediksi tersebut meleset.
Hujan kembali turun dan grip lintasan sangat rendah, membuat mobil Bortoleto kehilangan kendali saat keluar dari Tikungan 1 (Turn 1) dan tergelincir ke gravel.
“Saya membuat kesalahan. Saya pikir trek akan cepat kering karena angin dan sinar matahari. Saya tidak mengira hujan akan kembali, jadi saya ambil keputusan berisiko itu,” kata Bortoleto setelah balapan.
Mobilnya sempat kembali melaju, tetapi kerusakan pada sayap belakang membuatnya memilih untuk menepi demi keamanan. Insiden ini juga sempat memicu Virtual Safety Car karena adanya serpihan mobil di lintasan.
Meski Bortoleto gagal finis, tim Kick Sauber tetap memiliki alasan untuk merayakan. Rekan setimnya, Nico Hulkenberg, berhasil finis di posisi ketiga dan meraih podium pertamanya di ajang F1 setelah bertahun-tahun berjuang.
“Ini hari yang sangat spesial bagi saya dan tim. Ia adalah salah satu pembalap paling berbakat yang pernah saya temui, dan ia pantas mendapatkan hasil ini,” ujar Bortoleto, yang memuji Hulkenberg sebagai rekan setim terbaik yang pernah ia miliki.
Berkat podium Hulkenberg, Kick Sauber kini bertengger di posisi keenam klasemen konstruktor dengan 41 poin, unggul lima poin dari Racing Bulls dan Aston Martin. (*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News.
Editor : Lugas Rumpakaadi