RADARBANYUWANGI.ID – Sriwijaya FC menjadi salah satu klub yang memiliki sejarah mentereng di pentas sepak bola nasional. Namun perlu diketahui, Laskar Wong Kito sejatinya bukan merupakan tim asli yang lahir dari Bumi Sriwijaya, Sumatera Selatan.
Pada 2004 Gubernur Sumatera Selatan Syahrial Oesman mengambil alih Persijatim Solo FC dari pemiliknya, Muhammad Zein. Sebelumnya berhomebase di Solo, Persijatim merupakan tim asal ibu kota Jakarta, yakni Jakarta Timur.
Keputusan mengakusisi Persijatim Solo FC menjadi Sriwijaya FC ada alasannya. Sumatera Selatan yang menjadi tuan rumah PON XIV pada tahun 2004 memiliki fasilitas lengkap yang mubazir bila tak digunakan.
Perjuangan Sriwijaya di pentas sepak bola nasional berbuah manis. Pada 2007, Sriwijaya berhasil mengawinkan gelar juara yakni Liga Indonesia dan Coppa Indonesia. Capaian ini membuat Sriwijaya diganjar dengan rekor MURI.
Setahun kemudian Sriwijaya mampu menambah trofi. Kali ini Laskar Wong Kito mampu mempertahankan gelar Coppa Indonesia. Sayangnya trofi Liga Indonesia harus terlepas dari Palembang.
Namun pada musim 2009-2010, Sriwijaya kembali memenangi Coppa Indonesia yang kala itu sudah berganti nama menjadi Piala Indonesia. Sukses Sriwijaya di Piala Indonesia mencatatkan namanya sebagai klub pertama yang meraih hattrick gelar juara.
Editor : Niklaas Andries