Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

MMA dan Wushu Jadi Tumpuan Banyuwangi Tambah Medali di Porprov IX Jatim

Fredy Rizki Manunggal • Selasa, 24 Juni 2025 | 13:30 WIB
TANDING LAGI: Atlet MMA Banyuwangi berjuang di dalam oktagon di GOR Kanjuruhan, Senin (23/6).
TANDING LAGI: Atlet MMA Banyuwangi berjuang di dalam oktagon di GOR Kanjuruhan, Senin (23/6).

RADARBANYUWANGI.ID – Perolehan medali kontingen Banyuwangi dalam ajang Porprov IX Jatim masih belum mengalami perubahan. Cabang olahraga (cabor) bela diri menjadi tumpuan untuk menyumbangkan medali dalam waktu dekat.

Salah satunya adalah cabang olahraga mixed martial arts (MMA) yang tengah berjuang di tengah ketatnya persaingan. MMA baru kali pertama dipertandingkan di ajang porprov dan menjadi salah satu andalan Banyuwangi dalam memburu tambahan medali.

Dalam pertandingan yang digelar di GOR Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Senin (23/6), tiga atlet MMA Banyuwangi berhasil lolos ke babak delapan besar.

Sekretaris IBCA-MMA Banyuwangi Zaenal Abidin, menyatakan bahwa masih ada tiga atlet yang berpeluang melaju lebih jauh. Jika tampil maksimal, mereka bisa menembus babak final yang berlangsung hari ini (24/6). ”Kami masih punya tiga atlet yang bertanding. Kami optimistis mereka bisa memberikan hasil terbaik dan membuka peluang medali untuk Banyuwangi,” ujarnya.

Selain MMA, satu atlet wushu juga berhasil lolos ke babak delapan besar. Dalam pertandingan yang berlangsung di GOR Ken Arok, wushu Banyuwangi menurunkan dua atlet di nomor taolu dan sanda. Sayangnya, hanya atlet yang berlaga di kelas sanda yang berhasil melaju. ”Satu atlet sudah lolos, kita tunggu pertandingan berikutnya,” ujar Ketua Wushu Indonesia (WI) Banyuwangi Suhadak.

Sementara itu, cabor tenis meja juga turun berlaga kemarin. Namun, mereka harus mengakui keunggulan lawan setelah gagal di nomor ganda.

Ketua PTMSI Banyuwangi M. Sabiq Irwan menyebut bahwa beberapa atlet andalan Banyuwangi justru direkrut oleh kabupaten dan provinsi lain menjelang porprov, sehingga memengaruhi performa tim. ”Banyak atlet kita yang diambil kabupaten dan provinsi lain jelang porprov. Ini membuat pertandingan kita tidak maksimal,” jelasnya.

Hingga saat ini, posisi kontingen Banyuwangi dalam klasemen perolehan medali masih berada di peringkat kedelapan, di bawah Kota Mojokerto dan Kabupaten Bangkalan. ”Masih ada beberapa cabor yang belum bertanding. Kami masih menunggu hasil dari basket 3 x 3 dan atletik yang akan segera berlangsung,” kata Ketua Kontingen Banyuwangi Agus Sujiyono. (fre/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#wushu #mma #porprov jatim