Bhayangkara Presisi Lampung FC hanya butuh satu musim untuk kembali ke Liga 1. Mereka diperkuat dengan materi pemain seperti Dendy Sulistyawan dan Ilija Spasojevic.
Sedangkan PSIM Yogyakarta menyegel tiket Liga 1 usai keluar sebagai juara Pegadaian Liga 2 2024-2025. Klub legendaris ini memiliki sejarah panjang sejak berdiri pada 1929 dan merupakan salah satu pendiri PSSI.
Laskar Mataram memiliki basis suporter fanatik. Caretaker pelatih Erwan Hendarwanto menyebut promosi ini sebagai rezeki dan hasil kerja keras seluruh elemen klub.
Sementara Persijap Jepara mengamankan tiket promosi setelah menjuarai perebutan tempat ketiga Pegadaian Liga 2 dengan mengalahkan PSPS Pekanbaru 1-0. Laskar Kalinyamat, memiliki akar sejarah sejak 1954 dan identik dengan budaya Jepara.
Klub ini sempat mengalami masa sulit dan degradasi, namun kini bangkit kembali dengan dukungan suporter fanatik seperti Banaspati dan Jetman. Gol Leo Lelis di laga penentuan menjadi simbol kebangkitan Persijap ke Liga 1 setelah absen sejak 2014.
1. PSIM Yogyakarta
Laskar Mataram ini memiliki perjalanan panjang dan kaya akan kontribusi dalam perkembangan sepak bola Indonesia.
Didirikan pada 5 September 1929 dengan nama Perserikatan Sepakraga Mataram (PSM), PSIM kemudian berganti nama menjadi Perserikatan Sepak Bola Indonesia Mataram pada 27 Juli 1930.
PSIM merupakan salah satu dari tujuh perserikatan yang mencetuskan pendirian PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) pada 19 April 1930 di Yogyakarta.
PSIM pernah menjuarai Kompetisi Perserikatan pada 1932 dan Divisi Satu Liga Indonesia pada 2005. Pencapaian terbaru adalah keberhasilan mereka menjadi juara Pegadaian Liga 2 pada 26 Februari 2025.
Capaian ini memastikan PSIM promosi ke Liga 1 setelah menunggu selama 18 tahun. Caretaker pelatih Erwan Hendarwanto mengungkapkan rasa syukurnya,
PSIM juga dikenal memiliki basis suporter yang fanatik, seperti Brajamusti dan The Maident, yang selalu memberikan dukungan penuh. Direktur Utama PSIM, Liana Tasno, menceritakan perjalanan panjang klub sejak diambil alih konsorsium pada 2019 hingga akhirnya sukses promosi,
"Awalnya aku berpikir ini project mission impossible. Sekarang berarti sudah coba enam tahun baru akhirnya berhasil".
2. Bhayangkara Presisi Lampung FC
Bhayangkara FC sukses memastikan promosi ke Liga 1 musim 2025-2026 setelah hanya menjalani satu musim di Liga 2.
Pelatih Bhayangkara FC, Hanim Sugiarto, menyatakan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian tim yang kembali ke Liga 1 dengan kerja keras seluruh pemain, ofisial, dan manajemen.
Perjalanan Bhayangkara di Liga 2 tidak mudah. Namun perjuangan semua pihak membuat mereka berhasil kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Promosi Bhayangkara FC ini menjadi momentum penting untuk klub yang sebelumnya terdegradasi pada musim lalu setelah finis di posisi ke-17 Liga 1 2023-2024. Pada musim depan, Bhayangkara FC akan berkandang di Lampung.
3. Persijap Jepara
Persijap Jepara, menapak ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia dengan promosi ke Liga 1 musim 2025-2026 setelah finis sebagai juara ketiga Pegadaian Liga 2 musim 2024-2025.
Sepak bola di Jepara sudah berakar sejak era penjajahan Belanda pada 1930-an, ketika muncul dua klub bentukan pemuda setempat, yakni PS. Sinar Laut dan Alsides.
Meski kedua klub itu bubar saat masa pendudukan Jepang. Pada 11 April 1954, atas inisiatif Bupati Jepara saat itu, Sahlan Ridwan, Persatuan Sepak Bola Indonesia Jepara (Persijap) resmi berdiri sebagai wadah resmi klub sepak bola Kabupaten Jepara.
Stadion Gelora Bumi Kartini, markas Persijap, menjadi saksi bisu perjuangan klub ini, menampung sekitar 8.570 penonton yang setia mendukung setiap laga.
Persijap pernah menorehkan prestasi gemilang, seperti juara Piala Suratin tiga kali (1982, 1998, 2002), serta konsistensi di kompetisi kasta tertinggi Liga Indonesia.
Krisis pada 2014 membuat Persijap terdegradasi dan harus berjuang keras di Liga 3 dan Liga 2 selama bertahun-tahun. (*)
Editor : Niklaas Andries