Radarbanyuwangi.id – Geliat kontestan Liga 2 musim 2025-2026 sudah banyak dilakukan manajamen klub. Peserta kasta kedua Liga Indonesia ini mulai sibuk dengan merekrut pelatih hingga mencari calon pemain pilihannya.
Namun kesibukan itu tidak tampak dalam tim PSS Sleman. Tim yang baru saja tergusur dari Liga 1 itu masih terlihat adem ayem. Super Elang Jawa belum tampak agresif untuk mempersiapkan diri.
Menyikapi kondisi tersebut, manajemen PSS Sleman rupanya saat ini tengah menanti kejelasan mengenai regulasi untuk kompetisi Liga 2 musim 2025-026 nanti.
Hal ini menjadi krusial bagi tim Super Elja dalam menyusun skuad dan strategi menghadapi kompetisi mendatang.
Khususnya terkait kuota pemain asing dan aturan pemain muda. Ini tentunya berbeda dari regulasi yang ada di pentas Liga 1.
Manajer PSS Sleman Leonard Tupamahu menyatakan usai melakukan pembubaran tim dan melakukan beberapa laporan evaluasi.
Fokus utama manajemen tim Super Elja adalah menunggu hasil kongres yang akan menentukan regulasi resmi terkait aturan di kompetisi Liga 2 musim depan.
"Kami masih menunggu regulasi, paling regulasi tiga pemain asing kan kalau tidak ada perubahan. Kalau mungkin ada jadi lima pemain asing. Tapi itu semua kami akan tunggu sampai kongres," katanya.
Sebab perubahan kuota pemain asing itu tentu saja akan sangat memengaruhi perburuan pemain PSS Sleman di bursa transfer.
Jika ada penambahan kuota, tentunya Laskar Sembada akan memiliki lebih banyak opsi untuk memperkuat tim dengan legiun asing berkualitas.
Sementara itu regulasi pemain muda menjadi sorotan utama bagi manajemen tim Super Elang Jawa.
Mengingat regulasi pemain muda ini tentu saja juga berbeda dengan regulasi di kompetisi Liga 1, yang hanya diwajibkan bermain selama 45 menit saja.
Untuk Liga 2 semua tim diwajibkan untuk memasang pemain muda untuk bermain penuh selama 90 menit.
"Pokoknya kami sedang menunggu semua regulasi itu semua termasuk pemain muda. Soalnya regulasi pemain muda Liga 2 ini bakal berbeda dengan Liga 1, pemain muda mungkin yang harus main harus kelahiran 2005," katanya.
PSS Sleman sedianya memiliki beberapa pemain muda berbakat seperti Dominikus Dion, Hokky Caraka, dan Dias Syayid Alhawari.
Jika nanti ada perubahan regulasi usia ini maka manajemen harus bekerja ekstra keras mencari talenta-talenta baru kelahiran 2005 yang siap menghadapi tekanan dan target tim.
Jika aturan tersebut terjadi, maka hal itu pasti akan menjadi tantangan besar bagi manajemen PSS Sleman. Pasalnya, beberapa pemain muda yang sebelumnya menjadi andalan sudah melewati batas usia yang disyaratkan.
"Kami harus cari pemain yang sesuai dengan regulasi. Kalau kelahiran 2004 kami punya banyak. Ya semoga saja yang dipakai pemain kelahiran 2004, tapi dengar-dengar yang dipakai pemain kelahiran 2005," tandasnya. (*)
Editor : Niklaas Andries