Radarbanyuwangi.id – Salah satu klub Premier League, Brentford FC, punya cara nyeleneh dalam mencari asisten tim utama. Mereka menggunakan media sosial, Linkedln, untuk mencari pendamping Thomas Frank.
Hal ini tentu saja menjadi sorotan dari publik sepak bola di Inggris. Bagaimana tidak, sebuah klub mengumumkan lowongan asisten pelatih tim utama secara terbuka. Praktris ilan itu pun menarik perhatian banyak pihak karena menyasar posisi yang sangat strategis dalam struktur kepelatihan tim utama.
Rekrutmen sekelas asisten pelatih biasanya dilakukan secara tertutup. Bahkan [enjaringannya dilakukan secara internal atau rekomendasi langsung.
Namun kali ini Brentford tampaknya punya cara berbeda. Klub tampaknya ingin menjangkau kandidat potensial dari berbagai latar belakang berbeda.
Pendekatan ini sejalan dengan reputasi klub yang berani menerapkan metode non-konvensional. Ttermasuk di dalamnya soal rekrutmen dan pengembangan pemain.
Brentford mensyaratkan pelamar memiliki lisensi UEFA Pro atau setidaknya UEFA A dengan komitmen menempuh lisensi Pro.
Seluruh staf klub juga diwajibkan menjalani pelatihan safeguarding serta pemeriksaan latar belakang secara menyeluruh sesuai regulasi hukum Inggris.
Hal ini mencerminkan komitmen Brentford dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan profesional.
Brentford FC membuka proses perekrutan hingga Kamis (12/6) dan hingga berita ini ditayangkan, sudah ada 100 orang yang melamar.
Selain pelatih asisten tim utama, The Bees juga membuka lowongan sebagai kepala pelatih dan pelatih teknik tim utama putri
Posisi ini akan berbasis di pusat latihan klub di Jersey Road dan langsung berada di bawah pengawasan Head Coach Thomas Frank.
Asisten pelatih yang terpilih akan berperan penting dalam merancang dan menjalankan sesi latihan tim utama. Sekaligus nantinya bertanggung jawab terhadap pengembangan individu pemain, baik dari skuad utama maupun dari tim B.
Tugas utama dalam posisi ini mencakup penyusunan dan pelaksanaan Individual Development Plans (IDPs) pelatihan tambahan bagi pemain yang belum mendapatkan menit bermain optimal.
Selain itu tugasnya menjaga kesiapan fisik dan mental pemain agar siap turun kapan saja ketika dibutuhkan.
Tak kalah penting, asisten pelatih juga diharapkan aktif menjalin komunikasi dengan pelatih tim B dan U-21 untuk memastikan pemain muda potensial mendapatkan pengalaman dan jam bermain yang sesuai dengan rencana pengembangan mereka.(*)
Editor : Niklaas Andries