RadarBanyuwangi.id - Pembalap rookie Isack Hadjar mengaku puas dengan pencapaiannya di Grand Prix Monako F1 2025, menyebut bahwa strategi tim Racing Bulls kali ini dieksekusi dengan sempurna.
Finis di posisi ke-6, Hadjar menyebut kerja sama tim, terutama dukungan dari rekan setimnya Liam Lawson, sebagai kunci keberhasilan mereka di sirkuit jalanan paling ikonik ini.
Hadjar memulai balapan dari posisi kelima, hasil kualifikasi terbaiknya sepanjang musim, sementara Lawson start dari posisi kesembilan.
Dengan aturan dua pit stop wajib yang diperkenalkan di Monako tahun ini, Racing Bulls menyusun strategi taktis.
Lawson diminta memperlambat laju di belakang untuk memberi Hadjar ruang menjalani pit stop dengan kehilangan posisi seminimal mungkin.
“Itu akhir pekan yang sempurna bagi saya. Strategi dijalankan sempurna. Liam membantu saya secara besar, ini kerja sama tim yang luar biasa. Dan dia juga berhasil meraih poin, saya sangat senang untuknya,” kata Hadjar.
Dari Kecelakaan Kecil ke Performa Besar
Performa Hadjar di akhir pekan ini terasa semakin impresif jika melihat bagaimana ia memulai akhir pekan.
Pembalap asal Prancis itu sempat mengalami dua kali kontak dengan pembatas di sesi latihan bebas kedua (FP2), dan tampil kurang meyakinkan di FP3. Kepercayaan dirinya pun sempat goyah.
“Setelah Jumat, kepercayaan diri saya cukup rendah. FP3 terasa sangat sulit. Namun kami berhasil bangkit dengan sangat cepat, dan itu adalah buah dari usaha luar biasa seluruh tim. Saya sangat bangga pada mereka,” akunya.
Lawson Cetak Poin Perdana, Racing Bulls Salip Aston Martin
Bagi Liam Lawson, finis di posisi kedelapan juga menjadi tonggak penting. Ini adalah poin pertamanya musim ini dan hasil terbaiknya sepanjang karier di F1 sejauh ini.
Keberhasilan ganda ini turut mendorong Racing Bulls naik ke posisi ketujuh dalam klasemen konstruktor, melewati Aston Martin.
Prinsipal tim Laurent Mekies mengungkapkan bahwa hasil ini adalah buah dari kerja keras tim yang konsisten meski tidak menonjol sejak latihan bebas.
“Tidak ada yang datang dengan mudah akhir pekan ini. Kita semua melihat bagaimana para pembalap menyentuh dinding beberapa kali di sesi latihan. Tapi perlahan, semuanya menyatu. Tim melakukan pekerjaan luar biasa untuk mendukung bakat Isack dan Liam,” ujar Mekies. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi