RadarBanyuwangi.id - Pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen, menyatakan bahwa hasil finis keempat di Grand Prix Monako F1 2025 sudah merupakan pencapaian maksimal bagi timnya, mengingat karakteristik sirkuit dan keterbatasan performa mobil pada kecepatan rendah.
Start dari posisi keempat setelah penalti grid Lewis Hamilton, Verstappen sempat memimpin lomba berkat strategi offset tyre, memperpanjang stint ban lebih lama dari pesaingnya.
Strategi ini bertujuan menciptakan peluang lewat kemungkinan red flag di lap-lap akhir.
“Kami tidak punya banyak opsi. Jarak di belakang sangat jauh, jadi satu-satunya harapan kami adalah terjadi red flag,” ujar Verstappen.
Sayangnya, skenario tersebut tidak terjadi, dan Verstappen akhirnya melakukan pit stop kedua di lap ke-77 dari total 78 lap. Ia kembali ke posisi keempat dan mengakhiri lomba 30 detik di depan Hamilton.
Red Bull Kembali Tersandung di Sirkuit Lambat
Verstappen juga menyoroti bahwa sirkuit jalan raya Monte Carlo kembali memperlihatkan kelemahan mobil Red Bull pada tikungan lambat, sebuah isu yang sebelumnya sempat diungkap saat sesi kualifikasi.
“Ini bukan trek kami, sesederhana itu. Kami kesulitan di tikungan lambat, dan di Monako, itu jadi titik utama,” ungkap juara dunia empat kali tersebut.
Ia berharap Red Bull bisa tampil lebih kompetitif di Grand Prix Spanyol minggu depan, terutama setelah performa positif mereka di Imola beberapa pekan sebelumnya.
Posisi Klasemen: Masih Dalam Perebutan Gelar
Usai balapan di Monako, Verstappen masih menempati posisi ketiga klasemen sementara Kejuaraan Dunia Pembalap F1, tertinggal 25 poin dari pemuncak klasemen Oscar Piastri.
Di klasemen konstruktor, Red Bull kini berada di posisi ketiga, hanya satu poin di atas Ferrari dan empat poin di belakang Mercedes. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi