Radarbanyuwangi.id – Persebaya Surabaya dikabarkan bakal berbenah total menghadapi musim kompetisi Liga 1 2025/2026. Isu santer yang muncul kemudian menyebut bila Green Force akan ditangani oleh pelatih kepala dan staf pelatih dari luar negeri.
Boleh jadi strategi ini sebagai bagian keseriusan manajemen Persebaya Surabaya menghadapi dua kompetisi besar musim depan. Selain berlaga di pentas Liga 1.
Bajul Ijo juga akan ambil bagian di ASEAN Club Championship atau ASEAN Cup.
Persebaya Surabaya sendiri memastikan satu tempat di kompetisi antar klub Asia Tenggara tersebut. Ini setelah Green Force finis di posisi empat klasemen akhir.
Hal ini sekaligus menandai berakhirnya era kepelatihan Paul Munster di Persebaya Surabaya.
Melalui pernyataan resminya, manajemen memberi sinyal kuat soal kehadiran pelatih asing baru. Tidak hanya satu, tetapi sekaligus dengan seluruh jajaran staf pelatih asingnya.
"Persebaya tidak mendatangkan head coach semata, namun pelatih kepala bersama kabinetnya," tulis akun resmi klub. Pernyataan ini membuat publik menduga seluruh staf pelatih musim depan akan diisi sosok dari luar negeri.
Langkah ini tentu saja menjadi gebrakan besar dalam sejarah klub asal Kota Pahlawan itu. Belum pernah sebelumnya Persebaya Surabaya sepenuhnya menyerahkan kendali teknis kepada tim pelatih internasional.
Targetnya jelas, Persebaya Surabaya ingin tampil kompetitif baik di Liga 1 maupun ASEAN Cup. Dua kompetisi berat membutuhkan pendekatan dan standar yang lebih tinggi dari musim sebelumnya.
Isu soal pelatih full asing ini juga makin diperkuat dengan kode yang terus dilemparkan klub dalam beberapa hari terakhir. Bahkan sudah ada pembicaraan intensif dengan sejumlah kandidat yang berasal dari Eropa dan Amerika Selatan.
Meski belum diumumkan secara resmi, informasi ini sudah membuat banyak Bonek penasaran. Siapa sosok pelatih asing yang akan memimpin revolusi Persebaya Surabaya musim depan?
Di media sosial, sejumlah nama mulai dikaitkan dengan Persebaya Surabaya. Dari pelatih yang pernah menangani tim nasional Asia hingga mantan asisten pelatih klub Eropa top.
Yang jelas, ekspektasi tinggi sudah disematkan kepada pelatih baru dan stafnya nanti. Target utama adalah membawa Persebaya Surabaya lebih berprestasi di level nasional dan juga unjuk gigi di kancah ASEAN.
Tak hanya soal prestasi, hadirnya staf pelatih asing juga diharapkan membawa pembaruan dalam metode latihan dan filosofi bermain. Ini sekaligus menjadi bagian dari modernisasi klub ke level profesional yang lebih tinggi.
Satu hal yang pasti, langkah radikal Persebaya Surabaya akan jadi sorotan di Liga 1 Indonesia 2025/2026. (*)
Editor : Niklaas Andries